PEKANBARU, KANALINDONESIA.COM: Derap langkah parade defile pasukan gabungan di atas aspal runway apron parkir pesawat menjadi gambaran umum yang terlihat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (29/4) pagi. Biasanya, lokasi itu dipakai untuk memarkirkan jet tempur atau pesawat militer lainnya yang menjaga langit Indonesia di bawah jajaran Komando Operasi Angakatan Udara I.
Pasukan yang terdiri dari anggota personel mulai babinsa, bhabinkamtibmas, Yonif 132/BS, Yonko 462 Kopasgat, Lanal Dumai, Kikav 6/RBT, Yonarh 13/PBY, Lanud RSN, BPBD se-Provinsi Riau, Basarnas, Manggala Agni, Polhut, Komcad, Damkar, Pol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, Tagana, PMI, Pramuka hingga dunia usaha mulai menempati posisi yang telah disiapkan.
Hentakan 1.409 pasang kaki putra-putri terbaik “Bumi Lancang Kuning” yang diiringi marching band militer itu menandai detik-detik dimulainya “Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan” yang diinisiasi Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 dan Kepmenkopolkam No. 29 Tahun 2025.
Tak jauh dari barisan pasukan, sejumlah alutsista khusus penanganan karhutla juga disiapkan. Selain kendaraan taktis darat beserta perlengkapan canggih berbasis teknologi, dua helikopter water bombing dan dua helikopter khusus patroli berstiker “BNPB” pun bertengger di sana.
Pemimpin apel pun memasuki lapangan dan mulai memberi komando sikap sempurna kepada seluruh peserta. Tak lama setelah itu, inspektur apel beserta pendamping memasuki mimbar.
Dialah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, SH., M.Si., yang bertindak sebagai inspektur apel bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., dan Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., turut mendampingi.
Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dalam suasana khidmat, ketiga pucuk pimpinan tadi turun untuk memeriksa pasukan dengan menunggangi kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) khusus.
Lengkap sudah. Para aparat negara yang akan menjadi garda terdepan penanganan karhutla hadir membawa komitmen penuh sesuai yang instruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pengeras suara, Inspektur apel mulai memberikan amanat. Dalam seruan itu, Inspektur apel membawa pesan dari Presiden yang berisi pentingnya kekompakan, solidaritas dan kebersamaan antar kementerian/lembaga hingga dunia usaha dalam menumpas kebakaran hutan dan lahan, yang kerap menjadi persoalan tahunan di Provinsi Riau.
Inspektur apel juga menjelaskan bahwa, isu kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berhubungan dengan masalah lingkungan saja, melainkan juga dapat berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi hingga geopolitik di suatu kawasan. Oleh sebab itu, sinergitas antar lembaga yang telah dicapai selama ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan lebih ditingkatkan lagi.
“Bapak Presiden berpesan kepada kita semua untuk terus mempertahankan capaian-capaian selama ini. Jangan sampai ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang meluas, yang dapat menjadi isu internasional,” kata Budi Gunawan.
“Bapak Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap isu-isu kebakaran hutan dan lahan. Karena dampaknya tidak hanya menyangkut pada aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat semata, namun juga berdampak pada aspek geopolitik kawasan,” imbuhnya.
Cek Alutsista
Mengakhiri arahan, Menko Polkam bersama Kepala BNPB dan Menhut melenggang ke sektor formasi alutsista. Ketiganya memeriksa kesiapan kendaraan taktis khusus yang dihadirkan oleh 10 instansi/lembaga.

