Meskipun ada tantangan dalam implementasinya, manfaat jangka panjang dari TPS 3R bagi lingkungan dan masyarakat/komunitas sangat signifikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, TPS 3R dapat menjadi model efektif untuk pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh Indonesia.
“Pak Kades dan seluruh warga di Desa Purworejo ini, saya mohon semangatnya untuk menjaga program yang sepertinya sederhana tapi maknanya sangat besar bagi daya dukung alam, dan daya dukung lingkungan,” pintanya.
“Mudah-mudahan nanti sampah bisa jadi rupiah, sampah bisa menjadi berkah,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Desa Purworejo Mokhamad Nyono menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah karena pembangunan TPS3R berserta peralatannya ini merupakan bantuan dari Pemprov Jatim. Baginya ini adalah jawaban dari kebutuhan masyarakat Desa Purworejo dan sekitarnya.
“Terima kasih Bu Gubernur atas bantuannya, semoga ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Purworejo khususnya, juga masyarakat Lumajang dan sekitarnya,” ucap Nyono.
“Kita cuma menyediakan lahan, kita menerima berbentuk bangunan, peralatan sudah tersedia dan tinggal menjalankan,” katanya menambahkan.
Nyono berharap berdirinya TPS 3R ini akan mampu mengubah budaya masyarakat yang selama ini memiliki kebiasaan membuang sampah di saluran air. Sehingga ketika musim hujan tiba saluran air yang sedianya berfungsi sebagai aliran air menjadi tidak berfungsi karena tersumbat sampah.
“Supaya budaya masyarakat kita yang tadinya membuang sampah di got (saluran air, red), bisa berubah dan kita upayakan sampahnya untuk ditaruh di tempatnya dan diambil petugasnya setiap hari,” katanya.
Sebagai informasi TPS 3R Desa Purworejo ini berdiri dengan luas bangunan 220 m2 dan kapasitas pengolahan sampah mencapai 140kg per hari. Di TPS3R Desa Purworejo juga dilengkapi dengan 1 unit kendaraan roda tiga, 1 unit kontainer, 1 unit mesin pencacah, 1 unit mesin pengayak, 35 unit komposter, dan 1 paket budidaya magot. TPS3R di desa ini akan mampu mengolah sampah rumah tangga dari 200 KK,
Sedangkan TPS3R Desa Bruno berdiri dengan luas bangunan 275 m2 dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 280kg per hari. TPS3R Desa Bruno juga dilengkapi dengan beberapa peralatan diantaranya 2 unit kendaraan roda tiga, 1 unit kontainer, 1 unit mesin pencacah dan 1 paket budidaya magot. TPS3R Desa Bruno ini mampu mengolah sampah rumah tangga dari 400 KK.

