Yoyok Mulyadi Dukung Reaktifasi Jalur Kereta Api Kalisat Panarukan : Tapi butuh terobosan untuk mewujudkan

ANANG 04 Okt 2025
Yoyok Mulyadi Dukung Reaktifasi Jalur Kereta Api Kalisat Panarukan : Tapi butuh terobosan untuk mewujudkan

SURABAYA KANALINDONESIA COM – Jika tidak ada aral melintang dan sesuai dengan rencana kerja Kementerian Perhubungan, sejumlah jalur kereta api akan kembali dihidupkan (reaktifasi). Salah satunya adalah jalur Jember, Bondowoso ke Panarukan. Tahun 2030 diharapkan jalur ini kembali aktif .

Jalur yang dulu menopang perekonomian masyarakat yang dilewati oleh kereta api jawatan Kereta api (PJKA) saat itu membuat Bondowoso dan Situbondo bergairah secara ekonomi. Namun sejak 2004 jalur ini dinonaktifkan karena kondisi jalur kereta yang makin menua dan dinilai tidak layak diteruskan.

Anggota Komisi D DPRD Jatim asal Dapil Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi, M.Si.mengaku gembira dengan rencana itu. Mantan Wabup Situbondo 2016 – 2020 ini menilai dengan reaktifasi akan membuka kesempatan orang datang dan menikmati destinasi wisata di Situbondo degan pilihan transportasi yang beragam.

“Kita sangat setuju sekali apabila jalur kereta api Panarukan Bondowoso Jember hidup kembali,” kata Politisi PKB asli Situbondo ini.

Pria yang akrab disapa Haji Yoyok ini, mengaku sudah mendengar rencana itu, namun sampai saat ini dirinya belum tahu pasti kapan akan dimulai, “Rencana itu sudah sering saya dengar, hanya kepastiannya kapan kita tidak tahu persis. Tapi saya positif thinking ya ini harus kita dorong untuk diwujudkan,” tambahnya

Sejumlah potensi wisata di Bondowoso dan Situbondo akan sangat mudah dijangkau dengan adanya kereta api ini.
Secara teknis, politisi yang juga pernah menjadi Kepala Dinas PU Binamarga dan Pengairan Kabupaten Situbondo ini menuturkan butuh terobosan untuk mewujudkan , mengingat banyak kendala yang harus dihadapi terutama soal lahan.

“Yang harus dipersiapkan adalah kondisi jalur sekarang karena banyak yang ber alih fungsi (jadi rumah). Tentu terobosan untuk mempercepat realisasinya. Pemerintah Kabupaten dan provinsi harus aktif koordinasi dengan pihak-pihak terkait karena menyangkut Transportasi antar Daerah Kabupaten,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut baik rencana pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api dari Stasiun Kalisat Jember menuju Stasiun Panarukan Situbondo. “Langkah ini akan menambah akses transportasi menuju ke Situbondo, banyak wisatawan dari Jember dan Bondowoso yang berkunjung ke Wisata Pasir Putih, keberadaan kereta akan mempermudah akses mereka,” ucapnya seperti dikutip dari akun tiktok Prokopim Situbondo

“Reaktifasi jalur kereta Panarukan Jember Kalisat ni sesuai dengan harapan masyarakat , sekaligus menopang transportasi barang dan jasa,” ungkap Rio.

Terkait jalur yg saat ini diatasnya banyak bangunan permanen, Rio mengaku akan
Melakukan pendekatan pendekatan pada penghuni, “kita lakukan pendekatan pada warga penghuni (diatas jalur rel kereta api) dan menyampaikan pada pemerintah pusat bahwa banyak masyarakat disini yang menempati lahan jalur kereta.
Solusinya ya tentu persuasif dan kalau bisa ya relokasi yang pasti ada kompensasi, ” pungkasnya

Kabarnya Kementerian Perhubungan sendiri sudah melakukan pertemuan dengan tiga wilayah terkait untuk merumuskan rencana reaktifasi ini, dengan tidak mengubah jalur yang sudah ada.

Dari pantauan dilapangan , saat ini Bondowoso dan Situbondo memang membutuhkan jalur transportasi yang mudah dan murah , mengingat banyak tempat wisata dan pusat ekonomi yang terkendala dengan masalah transportasi, jika jalur ini bisa dihidupkan, harapan untuk situbondo menjadi jalur ekonomi yang menjanjikan bisa saja terwujud.

Berikut rencana dan tahapan terkait reaktifasi kereta api Kalisat – Panarukan

Tahapan dan Target:
Awal 2026: Dimulai tahap pendataan aset perkeretaapian seperti rel, bantalan rel, dan jembatan.

2027: Perlu dilakukan pembersihan jalur untuk mengembalikan fungsinya.

2028: Dijadwalkan dimulainya pembangunan konstruksi yang diprediksi membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Akhir 2029/Awal 2030: Jalur diharapkan sudah siap beroperasi kembali dan diserahkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pengelola.
(Data dari berbagai sumber). Nang