Berpengalaman dan Transparan, Lisdyarita Tunjuk Dokter Made Jeren sebagai Plt Direktur RSUD Dr. Hardjono

ARSO 05 Des 2025
Berpengalaman dan Transparan, Lisdyarita Tunjuk Dokter Made Jeren sebagai Plt Direktur RSUD Dr. Hardjono

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, secara resmi menunjuk dr. Made Jeren sebagai Plt Direktur RSUD Dr. Hardjono. Lisdyarita menilai pengalaman dan rekam jejak Made Jeren yang pernah memimpin rumah sakit pelat merah tersebut menjadi alasan utama penunjukan ini di tengah kebutuhan manajemen yang mendesak.

Lisdyarita mengungkapkan bahwa kondisi rumah sakit saat ini memerlukan penanganan yang cermat dan cepat, terutama yang berkaitan dengan administrasi dan legalitas layanan kesehatan seperti BPJS.

Ia memandang dr. Made Jeren sebagai sosok yang paling siap karena memiliki pengalaman menjabat sebagai Direktur RSUD Dr. Hardjono pada periode sebelumnya dengan kinerja yang memuaskan.

“Alasannya, beliau kan pernah memegang jabatan sebagai Dirut RSUD dan waktu itu juga alhamdulillah kinerjanya baik. Karena ini Plt, jadi kami harus berhati-hati karena banyak sekali yang harus diurusi dan ditandatangani, termasuk masalah BPJS,” ujar Lisdyarita kepada kanalindonesia.com.

Selain faktor pengalaman teknis, Lisdyarita juga menyoroti integritas dr. Made Jeren. Ia meyakini dokter senior tersebut memiliki karakter yang transparan  dalam pengelolaan manajemen rumah sakit daerah. Lisdyarita menaruh harapan besar agar Made Jeren dapat segera bekerja membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan RSUD Dr. Hardjono agar lebih baik dari sebelumnya.

“Yang ditekankan pasti masalah transparansi, insyaallah beliau orangnya baik dan transparan. Harapan saya beliau sanggup dan benar-benar membantu kami dalam bekerja, sehingga RSUD ini bisa lebih baik dari kemarin,” tegas Lisdyarita.

Terkait proses pemilihan, Lisdyarita mengakui bahwa sebenarnya terdapat banyak calon kandidat lain. Namun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memutuskan mengambil langkah strategis dengan memilih figur yang telah memahami seluk-beluk internal rumah sakit demi efektivitas kerja.

Sementara itu, untuk pengisian jabatan direktur definitif di masa depan, Lisdyarita memastikan pihaknya akan melakukan mekanisme lelang jabatan (open bidding) dan asesmen sesuai prosedur yang berlaku.