“Di akhir sambutan saya, dengan kerendahan hati, kami memohon dan berharap agar pemerintah daerah dan pejabat pengambil kebijakan selalu memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru honorer. Mohon dengan kerendahan hati untuk memperhatikan nasib teman-teman kami, yang juga mempunyai tanggung jawab yang luar biasa, sama-sama dengan saya dan panjenengan,” pinta Ruskamto.
Perjuangan Ruskamto adalah sebuah pelajaran abadi tentang integritas yang tak tertawar. Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang berani berdiri di garda terdepan, menyuarakan penderitaan anggotanya, dan menuntut hak bagi mereka yang paling rentan.
Ruskamto adalah Ketua PGRI yang memilih takhta sebagai pelayan, bukan penguasa, bagi para guru hebat yang menjadi kunci dan fondasi bagi terwujudnya Indonesia kuat yang bermartabat.(Red)

