Dandim Ponorogo Targetkan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Januari

Dandim Ponorogo Targetkan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Januari

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Komandan Distrik Militer (Dandim) 0802 Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, menyatakan TNI tengah mengejar target pembangunan gerai-gerai koperasi di wilayahnya agar dapat diresmikan bersamaan dengan daerah lain pada akhir Januari.

Pembangunan ini dilakukan dengan sistem padat karya, melibatkan masyarakat setempat sebagai tukang dan pekerja.

“Dari target akhir Januari ini, kita sudah memiliki beberapa titik yang kemungkinan akan kita kejar pengerjaannya untuk bisa diresmikan sama-sama dengan daerah lain, dengan provinsi lain,” ujar Letkol Arh Farauk Saputra.

Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pembangunan gerai koperasi adalah ketersediaan lahan milik desa. Dandim Farauk menjelaskan bahwa beberapa desa tidak memiliki kas desa, yang sering menjadi sumber lahan.

“Yang pertama memang desa tidak memiliki kas desa. Contohnya seperti di Kecamatan Ponorogo, di Kecamatan Kota, itu memang tidak ada tanah desa, sehingga kita memang perlu izin kepada Pemda untuk menggunakan lahan-lahan milik Pemda,” terang Dandim.

Untuk mengatasi masalah ini, pihak Kodim telah beberapa kali melakukan rapat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Ponorogo. Rapat terakhir melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda), Dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Aset, serta seluruh Camat untuk mencari solusi atas kendala-kendala yang ada.

“Yang sudah ada lampu hijau dari Pemda, jadi tanah-tanah yang memerlukan izin, seperti tanah milik Pemkab di Kecamatan, di Kelurahan, kemudian juga tanah-tanah kas desa yang di atasnya terdapat bangunan sekolah. Di mana sekolah-sekolah tersebut sudah tidak terpakai, tidak ada muridnya sehingga bisa dirobohkan untuk dibangun gerai koperasi,” jelasnya.

Target dan Spesifikasi Pembangunan
Pihak Kodim menargetkan sekitar 30 titik gerai koperasi yang sudah mulai dibangun di awal-awal proyek dapat rampung dan diresmikan pada akhir Januari.
Spesifikasi teknis gerai koperasi luas bangunan sekitar 600 meter persegi; harus melebar 30 meter dan memanjang ke belakang 20 meter.

Dandim Farauk juga menyoroti bahwa banyak tanah kas desa yang tidak memenuhi kriteria lokasi yang strategis, karena sering berada di tengah sawah dan tidak memiliki akses operasional yang memadai.

Pembangunan gerai koperasi ini menggunakan sistem padat karya, yang berarti melibatkan warga setempat yang memiliki keahlian tukang.

“Jadi semua pekerjaan melalui Kodim, termasuk pembelian material, penyerahan gaji melalui Kodim, oleh PT Agrinas. Jadi sistemnya padat karya dan tidak ada pihak ketiga yang kita libatkan,” tegas Dandim.

Total anggaran keseluruhan untuk pembangunan koperasi di Ponorogo, termasuk sarana dan prasarana (sarpras) seperti pengisian gerai, alat-alat, kendaraan, dan mesin operasional, diperkirakan mencapai Rp 2,5 sampai Rp 3 miliar.

Pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai progres pengerjaan dan pembuktian anggaran sebelumnya.