Polisi Pasang Police Line di Rumah Duka, Jenazah Janda Golan Korban Dugaan Pembunuhan Disholatkan di Mobil

ARSO 26 Jan 2026
Polisi Pasang Police Line di Rumah Duka, Jenazah Janda Golan Korban Dugaan Pembunuhan Disholatkan di Mobil

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Keluarga dan warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, terpaksa menyalatkan jenazah Nur Aini (55) di dalam mobil ambulans di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Senin (26/1/2026) malam.

Langkah ini diambil karena pihak kepolisian masih menyegel rumah duka dengan garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan dugaan pembunuhan.

Sementara itu, polisi mengamankan 23 barang bukti dan tengah mencari keberadaan anak korban yang menghilang.

​Kepala Desa Golan, Sujari, mengonfirmasi bahwa jenazah tiba dari RSUD dr. Harjono Ponorogo sekitar pukul 18.00 WIB setelah menjalani proses otopsi.

Karena akses menuju rumah korban masih tertutup bagi umum, warga sepakat langsung membawa jenazah ke area pemakaman.

​”Kami langsung membawa jenazah ke makam karena rumah korban masih terpasang garis polisi sehingga tidak bisa dimasuki,” ujar Sujari.

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan memilih mempercepat prosesi pemakaman demi kelancaran.

​Sebelumnya, warga menemukan Nur Aini dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyebutkan bahwa pemeriksaan fisik awal menunjukkan adanya luka sobek dan memar pada bagian kepala korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

​Tim Inafis Polres Ponorogo telah mengamankan 23 item barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya kayu dan gembok, karpet dengan bercak darah, sejumlah benda lain yang berada di sekitar jasad korban.

​Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami keberadaan anak korban yang berinisial A. Berdasarkan keterangan saksi, korban selama ini tinggal bersama anaknya tersebut. Namun, pasca kejadian, A menghilang dan telepon selulernya tidak dapat dihubungi.

​”Kami belum berani menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu. Saat ini kami fokus mengumpulkan bukti dan menunggu hasil resmi otopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian,” tegas AKP Imam Mujali.