SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM — Pagi itu suasana di sebuah gang kecil di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terasa berbeda dari biasanya. Rumah sederhana milik keluarga almarhum Kasiadi (63) dipenuhi suasana duka. Namun di tengah kesedihan yang masih menyelimuti keluarga, kedatangan rombongan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, menghadirkan haru yang tak terbendung.
Tangis Netty (35), anak bungsu almarhum, pecah saat menyambut kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo tersebut, Sabtu pagi (7/3/2026). Ia mengaku tidak pernah membayangkan seorang Wakil Bupati akan datang langsung ke rumah duka ayahnya yang berada di gang kecil di pinggiran Singosari.
“Pagi tadi perasaan saya bingung campur aduk. Tiba-tiba ada telepon dari nomor tidak dikenal. Setelah saya angkat, ternyata ajudan Bu Wabup. Katanya beliau mau takziah ke rumah kami. Saya benar-benar kaget dan tidak percaya,” ujar Netty sambil menahan air mata.
Beberapa menit setelah telepon tersebut, dua mobil rombongan Wakil Bupati benar-benar tiba di depan rumahnya. Saat itulah Netty tak mampu lagi menahan haru.
“Rumah saya ini di gang kecil, jauh di pinggiran. Tapi Bu Wabup datang langsung. Saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengucapkan terima kasih. Maturnuwun sanget Bu Wabup,” ucapnya lirih.
Kasiadi sendiri dikenal sebagai pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidoarjo. Demi menghidupi keluarga, ia harus menempuh perjalanan jauh dari Singosari ke Sidoarjo hampir setiap hari.
Menurut Netty, ayahnya biasa berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 dini hari untuk mengejar aktivitas di pasar ikan.
“Tiap hari ayah berangkat jam tiga subuh dari Malang ke Sidoarjo. Yang paling berat bagi kami, ayah meninggal dalam kondisi mengenaskan akibat kecelakaan. Tapi kami harus ikhlas, mungkin ini sudah kehendak Allah,” tuturnya.
Kasiadi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Salah satu anak tinggal di Sidoarjo, sementara satu lainnya berada di Kalimantan dan belum bisa pulang karena jarak yang jauh.
Sang istri saat ini masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan di rumah. Ia bahkan harus diinfus karena kondisi kesehatannya menurun setelah mendengar kabar duka tersebut.
Dalam kunjungan takziah itu, Hj Mimik Idayana menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia juga menyerahkan santunan dari dana pribadi serta bingkisan berupa paket sembako dan makanan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Mimik di hadapan keluarga almarhum.
Ia mengatakan, kedatangannya bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai bentuk empati kepada warga yang sedang mengalami musibah.
Mimik juga mengungkapkan bahwa keluarga almarhum memiliki hubungan dengan anggota Satpol PP Kabupaten Sidoarjo yang tinggal di Desa Sepande, Kecamatan Candi.
“Saya datang untuk memberikan support kepada keluarga. Ibunya masih dirawat di rumah karena kondisinya menurun akibat syok,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mimik juga menyinggung persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di kawasan Lingkar Timur yang kerap dilalui kendaraan berat dan menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan perbaikan jalan secara bertahap meskipun jumlah titik kerusakan cukup banyak.

