BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Masyarakat yang berkunjung dan melakukan kegiatan transaksi jual beli di pasar tradisional Ki Lemah Duwur (KLD) Jalan Halim Perdana Kusuma Banhkalan – Jatim. Keluhkan bau tak sedap yang bersumber dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berlokasi disebelah timur pasar KLD atau dibelakang Bangkalan Plaza.
Menurut penuturan salah satu pemilik stand yang berjualan tas untuk anak sekolah, inisial MS (45) dan berjarak sekitar 15 meter dari TPST tersebut. Bau tak sedap yang mengganggu pernafasan dan membuat pengunjung pasar menutup hidung, sudah terjadi hampir setahun. Terkesan sengaja dibiarkan dan pura – pura tutup mata dari instansi yang bertanggung jawab.
“Kami berharap kepada instansi yang berwenang kalau bisa secepatnyalah persoalan bau tidak sedap dan menusuk hidung tersebut diatasi. Jangan dibiarkan berlarut – larut karena bisa mengganggu dan mengurangi pengunjung pasar, ” pinta MS, Senin, (1/-/2026).
Senada juga disampaikan pengunjung Fathona (40) warga perumahan Nilam Bangkalan yang sering berbelanja dipasar KLD. Kalau berbelanja kebutuhan dapur, harus pakai masker.
“Saya nggak kuat baunya, seperti mau muntah, “ucapnya.
Sementara itu, dari hasil konfirmasi dengan Kepala Plt. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan – Jatim, M. Siddik melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) DLH Bangkalan, Kuspriyanto Suparman. Mengatakan bahwa kontrak tanah yang digunakan sebagai TPST sudah berakhir, tinggal melakukan pembersihan saja.
“Kontrak tanah yang digunakan sebagai TPST sudah berakhir mas,” jawabnya pendek.

