SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Kabar yang menyeret nama AHY dalam pusaran korupsi MBG, akhirnya mendapat tanggapan dari Partai Demokrat Jatim.
Secara tegas Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan meyakini Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Hari Murti Yudhoyono tidak melakukan seperti yang dituduhkan dan diberitakan di banyak media.
Seluruh kader Demokrat di Jawa Timur kata Emil, bahkan atidak mempercayai kabar yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara institusi kata Emil, Demokrat Jatim mendukung dan meyakini penjelasan resmi yang telah disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat terkait isu yang belakangan beredar di media sosial.
“Kami segenap kader Demokrat Jawa Timur tidak mempercayai kabar tersebut dan menegaskan apa yang telah dijelaskan secara resmi oleh DPP Partai Demokrat,” tegas Emil saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).
Penegasan Emil ini sekaligus membantah kabar dan unggahan di media sosial yang memunculkan frasa “2 orang kolonel usulan AHY” dalam daftar nama yang dikaitkan dengan pengusutan dugaan korupsi program MBG.
Bantahan ini sekaligus mempekuat pernyataan DPP Partai Demokrat yang telah mengeluarkan klarifikasi resmi dan membantah keras pengaitan nama AHY dalam perkara tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan AHY tidak mengenal mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang saat ini menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG.
“Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis.
Herzaky juga menegaskan AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, maupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya.
“AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.
Menurut Herzaky, unggahan yang beredar tidak menjelaskan secara jelas siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun “2 orang kolonel”.
Karena itu, jika yang dimaksud adalah Agus Harimurti Yudhoyono, maka pengaitan tersebut dinilai tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Frasa ‘2 orang kolonel usulan AHY’, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” ujarnya.
Meski membantah keras tudingan tersebut, Partai Demokrat tetap menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Demokrat juga menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers dan kerja jurnalistik yang profesional.
“Kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi,” kata Herzaky.
Diketahui, kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung. Dalam perkara tersebut, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dan melalui kuasa hukumnya mengaku telah menyampaikan lebih dari 20 nama kepada penyidik yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

