Usai keliling dan acara ramah tamah, Suratman menyerahkan tanda tali asih berupa piagam berbentuk batu bersejarah yang merupakan benda yang digunakan para pendemo untuk merusak halte TransJakarta di Jalan Senin, Jakarta Pusat pada peristiwa kerusuhan Agustus 2025.
”Kami mohon doa agar peristiwa peristiwa perusakan seperti itu tidak terulang lagi,” kata Suratman saat menjelaskan makna benda tali asih tersebut.
Sebaliknya, Pembina Yayasan SQA Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya membalas dengan memberi piagam kenang-kenangan berupa disain gambar konstruksi Halte Surau Qutubul Amin di Arco, Jalan Raya Pengasinan, Depok lokasi SQA. Piagam itu diterima Suratman dengan disambut aplaus.
”Siapa tahu disain Halte Qutubul Amin itu kelak jadi kenyataan,” kata pencipta disain, Siti Fatimah Ningrum, puteri Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya, mengomentari disainnya.@rso

