Mahasiswa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengendalikan inflasi dan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap masyarakat.
Koordinator aksi, Rofiq Wahyudin, menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini belum menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
“kami menilai presiden saat ini kurang memahami apa yang menjerit di bawah, bahkan terkesan mengkhianati konstitusi,” tegasnya kepada awak media.
Menurut Rofiq, seluruh tuntutan yang dibawa mahasiswa berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah pusat dan DPR RI.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyinggung persoalan pendidikan dan pembangunan ekonomi desa.
Ketua GMNI Tuban, Ainur Rohman, mengkritik konsep Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak berangkat dari kebutuhan masyarakat desa.
“Pembangunan ekonomi yang sehat seharusnya dimulai dari bawah, menyentuh fondasi masyarakat desa dulu, bukan malah dari atas seperti yang terjadi pada KDMP,” ujar Ainur.
Ia juga menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Indonesia.

