TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tuban Bersatu menggelar aksi solidaritas untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Tuban, Jumat (26/6/2026) pagi.
Massa yang disebut berjumlah sekitar 3.000 orang itu datang dengan membawa poster, bendera, serta perangkat pengeras suara.
Sebelum menuju kantor DPRD Tuban, peserta aksi berkumpul di depan Hotel Mustika. Dari lokasi tersebut mereka berjalan bersama menuju gedung dewan sambil menyampaikan aspirasi.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan empat tuntutan. Mereka mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan maupun korupsi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan program di lapangan.
Koordinator lapangan aksi, Kurniawan, mengatakan peserta aksi berasal dari berbagai unsur masyarakat yang selama ini berkaitan dengan rantai ekonomi lokal.
Menurut dia, massa terdiri dari kalangan petani, peternak, dan pelaku UMKM di Kabupaten Tuban.
Kurniawan menegaskan aksi yang digelar merupakan bentuk solidaritas terhadap keberlangsungan program MBG.
Saat ditanya mengenai keterkaitan aksi tersebut dengan demonstrasi serupa yang sebelumnya berlangsung di sejumlah daerah, ia membantahnya.
“Tidak, aksi ini murni aksi solidaritas yang kami lakukan, tidak ada kaitanya dengan aksi-aksi penolakan (pemberhentian program) red,” tegasnya
Ia menyebut kegiatan itu berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan gerakan yang muncul di wilayah lain.
Kurniawan juga membantah bahwa aksi tersebut diikuti oleh mitra dapur maupun pegawai Program MBG.
Saat disinggung soal isu aksi bayaran ia membantah. Menurutnya, peserta yang hadir merupakan bagian dari Aliansi Masyarakat Tuban Bersatu yang terdiri atas petani, peternak, dan pedagang UMKM.
“Itu diluar kendali kita kan, kalau kita murni aksi damai, masyarakat tuban bisa dibuktikan ada kalangan petani juga ada, pedagang juga ada umkm juga ada dan juga perternak telur,” tambahnya.
Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima oleh Ketua DPRD Tuban bersama unsur pimpinan dewan lainnya.
Dalam pertemuan itu, DPRD Tuban menyatakan menerima aspirasi yang disampaikan peserta aksi.
Pimpinan dewan juga menyampaikan apresiasi terhadap penyampaian aspirasi yang dilakukan secara terbuka dan tertib.
“Kami dari jajaran pimpinan DPRD beserta seluruh anggota tentu mengapresiasi terhadap kegiatan aksi damai dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi secara baik di depan Gedung DPRD Tuban,” jelasnya
Ia menyatakan pihaknya akan meneruskan tuntutan yang disampaikan massa kepada pemerintah pusat sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kami sebagai lembaga yang berada di kabupaten tuban akan meneruskan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat, dalam hal ini di DPR RI,” Tambahnya
Sementara itu, saat ditanya mengenai adanya anggota dewan yang diduga memiliki dapur MBG, pimpinan DPRD tidak memberikan jawaban secara langsung.
“Kami belum melakukan pengecekan secara pasti terkait hal tersebut. Silakan rekan-rekan bisa ditanyakan langsung ke seluruh anggota dewan, ada yang memiliki dapur atau tidak,” pungkasnya.
Setelah aspirasi disampaikan dan diterima oleh pimpinan DPRD Tuban, massa secara bertahap membubarkan diri. Aksi yang berlangsung sejak pagi itu berakhir dalam kondisi tertib dengan pengawalan aparat keamanan. (Najib)

