BNPB Dorong Sekolah Kembali Gelar Pembelajaran
Seiring kondisi yang mulai terkendali, BNPB juga mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah mengembalikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara bertahap.
Sekolah dapat menjalankan pembelajaran di lokasi yang aman, seperti tenda darurat atau ruang terbuka di halaman sekolah. Pihak sekolah perlu memastikan kondisi bangunan dan lingkungan terlebih dahulu sebelum mengizinkan peserta didik dan tenaga pendidik kembali beraktivitas.
Langkah tersebut membantu anak-anak kembali menjalani rutinitas belajar sekaligus memulihkan rasa aman setelah menghadapi situasi darurat akibat gempa.
“Aktivitas pendidikan kami harapkan dapat terus berjalan meski dalam kondisi tanggap darurat sehingga nanti anak-anak tidak kehilangan momentum kesempatan untuk belajar,” pinta Nelwan.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan unsur terkait lainnya untuk memetakan kebutuhan masyarakat serta memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
BNPB juga mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah dan perkembangan kebutuhan masyarakat dalam menyalurkan bantuan.
Pengiriman bantuan hingga Pulau Sukun menunjukkan upaya pemerintah menjangkau masyarakat terdampak gempa M 7,7 Flores, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses komunikasi dan transportasi terbatas.
Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat layanan kesehatan dan komunikasi, serta membantu warga memulihkan aktivitas secara bertahap setelah bencana.

