BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Kondisi Gedung Olahraga (GOR) Pemuda di Kampung Sodong, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang hingga kini belum kunjung rampung mendapat perhatian serius dari DPRD KBB.
Bangunan yang sejak awal direncanakan menjadi salah satu fasilitas olahraga dan kepemudaan tersebut kini hanya menyisakan struktur dan rangka konstruksi. Bahkan, kondisi bangunan mulai terlihat kusam, sementara sejumlah bagian besi tampak mengalami korosi dan area di sekitar proyek ditumbuhi semak belukar.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, mengaku prihatin melihat kondisi fasilitas publik yang hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga dan kepemudaan seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sarana yang representatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami sebagai fungsi pengawasan tentu sangat prihatin melihat kondisi Gedung Pemuda seperti sekarang. Dari awal kami terus mendorong pemerintah daerah agar mencari solusi dan mengupayakan anggaran untuk melanjutkan pembangunannya,” ujar Nur, Rabu (2/9/2026).
Nur menegaskan, DPRD KBB tidak tinggal diam menyikapi terhentinya pembangunan tersebut. Pihaknya bahkan telah berupaya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kembali memberikan dukungan anggaran untuk penyelesaian proyek. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Tahun 2025 kami juga sudah mendorong Provinsi Jawa Barat agar ada anggaran lagi untuk melanjutkan pembangunan. Tetapi waktu itu ada efisiensi anggaran sehingga belum bisa direalisasikan,” katanya.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, DPRD KBB juga disebut telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, hingga kini belum terdapat kepastian mengenai dukungan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan GOR Pemuda.
“Ke pusat juga sudah kami kirim surat. Tetapi sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti,” tutur Nur.
Hampir Tiga Tahun Tak Berlanjut
Proyek GOR Pemuda tersebut mulai dikerjakan pada 2023 melalui APBD Perubahan 2023 dengan sumber pendanaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bandung Barat, proyek tersebut tercatat dengan kode tender 9160703 dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Olahraga/Pemuda Kabupaten Bandung Barat (BKK Jabar).
Nilai pagu proyek tercatat sekitar Rp7,6 miliar. Dalam proses tender, pekerjaan tersebut dimenangkan CV Persada Alam.
Namun, pembangunan tidak berlanjut hingga menghasilkan bangunan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pantauan KanalIndonesia.com di lokasi, Rabu (2/9/2026), memperlihatkan kondisi proyek yang cukup memprihatinkan. Struktur bangunan masih berdiri, tetapi belum menjadi gedung olahraga sebagaimana tujuan awal pembangunan.
Sejumlah material konstruksi juga mulai terlihat mengalami penurunan kondisi akibat proyek yang cukup lama tidak dilanjutkan. Lingkungan sekitar bangunan pun mulai dipenuhi tumbuhan liar.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa apabila tidak segera ada kepastian kelanjutan pembangunan, kondisi fisik bangunan akan semakin mengalami kerusakan.
DPRD Dorong Kepastian
Nur mengatakan, persoalan utama saat ini bukan hanya mengenai keberadaan bangunan yang mangkrak, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan fasilitas tersebut dapat diselesaikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menilai diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menghitung kembali kebutuhan anggaran, mengevaluasi kondisi bangunan yang sudah ada, serta memastikan aspek teknis sebelum pembangunan kembali dilanjutkan.
“Kita ingin ada kepastian. Kalau memang masih bisa dilanjutkan, tentu harus dicari jalan keluarnya. Jangan sampai bangunan yang sudah ada justru semakin rusak karena terlalu lama dibiarkan,” ujarnya.

