Komisi IV DPRD KBB, kata Nur, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap persoalan tersebut. DPRD juga mendorong agar pemerintah daerah membuka informasi secara jelas mengenai progres pekerjaan dan penggunaan anggaran yang telah direalisasikan.
Hal itu dinilai penting mengingat pembangunan GOR Pemuda menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Nilai Pembangunan Disebut Capai Rp35 Miliar
Nur juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung pemuda yang berada di kawasan dekat Kota Baru Parahyangan tersebut secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp35 miliar.
Besarnya kebutuhan anggaran tersebut membuat penyelesaian proyek tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan. Menurut Nur, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar pembangunan dapat kembali berjalan.
Pertanyaan Publik Belum Terjawab
Sebelumnya, mencuat pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penggunaan anggaran proyek yang disebut telah mencapai sekitar Rp6,8 miliar, sementara bangunan hingga kini belum dapat dimanfaatkan.
Pertanyaan yang muncul antara lain terkait besaran anggaran yang telah dibayarkan, progres fisik pekerjaan yang telah dicapai, kondisi pekerjaan saat proyek dihentikan, serta penyebab pembangunan tidak berlanjut.
Nur menilai seluruh persoalan tersebut harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Yang terpenting semuanya harus jelas. Berapa progresnya, bagaimana anggarannya, kemudian apa yang menjadi kendala sehingga pembangunan berhenti. Itu harus bisa dijelaskan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, DPRD memiliki kepentingan yang sama dengan masyarakat, yakni memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah menghasilkan manfaat nyata.
GOR Pemuda sendiri sejak awal diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus menjadi sarana pengembangan kegiatan kepemudaan di Kabupaten Bandung Barat. Namun, setelah hampir tiga tahun sejak pembangunan dimulai, harapan tersebut belum terwujud.
Kini, DPRD KBB meminta pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Kepastian mengenai kelanjutan pembangunan dinilai harus segera diputuskan agar aset dan anggaran yang telah dikeluarkan tidak berujung pada fasilitas yang terbengkalai.
Di sisi lain, apabila dalam proses evaluasi ditemukan persoalan administrasi, teknis maupun penggunaan anggaran, DPRD mendorong agar seluruhnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi masyarakat, yang paling ditunggu bukan sekadar penjelasan, melainkan kepastian: kapan GOR Pemuda tersebut dapat kembali dibangun dan benar-benar dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga serta kepemudaan bagi warga Bandung Barat.

