Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
News

I Nyoman Cantiasa Ajak PHDI Rawat Perdamaian dan Perkuat Kerukunan di Sulawesi Tengah

I Nyoman Cantiasa Ajak PHDI Rawat Perdamaian dan Perkuat Kerukunan di Sulawesi Tengah

Menurutnya, berbagai peristiwa masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk membuka kembali luka atau menumbuhkan dendam. Sebaliknya, pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang semakin damai dan harmonis.

“Kita tidak untuk membuka luka lama, tetapi menjadikannya sebagai pembelajaran. Sejarah harus menjadi guru terbaik dalam merajut persaudaraan dan menjaga fondasi perdamaian yang telah dibangun selama ini,” ujar Ketua Panitia Mahasabha XIII PHDI.

Ia menilai perdamaian membutuhkan proses panjang serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, PHDI diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut menjaga suasana kondusif melalui pendekatan keagamaan, komunikasi dan kerja sama lintas sektor.

“Perdamaian tidak sim salabim jatuh dari langit, tetapi harus diciptakan dan dijaga oleh umat manusia,” tegasnya.

Letjen I Nyoman Cantiasa juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan. Menurutnya, pengalaman menghadapi gempa bumi, tsunami, likuifaksi pada 2018 serta berbagai bencana lainnya menjadi pengingat bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dengan alam.

Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita