Rangkaian kegiatan juga mencakup pemberian apresiasi kepada masyarakat yang tertib membayar pajak melalui program *Tax Award 2026*. Penghargaan tersebut diharapkan mendorong kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan sekaligus memberikan pengakuan kepada wajib pajak yang patuh.
Judha menegaskan, perpaduan inovasi, promosi UMKM, kreativitas anak muda, dan edukasi perpajakan diharapkan menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar pameran. Pemkab ingin menghadirkan agenda yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata daerah.
Inotek Award Dorong Inovasi dan Indeks Inovasi Daerah
Salah satu agenda utama dalam Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 ialah Ponorogo Inotek Award dan Expo Inotek 2026 yang digelar Bapperida. Ajang ini menjadi penyelenggaraan perdana untuk mendorong lahirnya inovasi baru sekaligus meningkatkan indeks inovasi daerah Kabupaten Ponorogo.
Plt Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk menjaring dan mengembangkan inovasi dari berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, OPD, fasilitas kesehatan, hingga pemerintah desa.
Menurut Luhur, pengembangan inovasi diperlukan agar pemerintah daerah memiliki lebih banyak terobosan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kompetisi dan pameran, inovasi yang selama ini berkembang di masing-masing instansi dapat diperkenalkan kepada publik dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut.
Inotek Award 2026 mencakup tujuh kategori, yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, OPD, kesehatan, pemerintah desa, dan kategori terinovatif.
Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan hingga menghasilkan lima nomine terbaik pada masing-masing kategori. Para finalis kemudian mengikuti penilaian lanjutan sebelum pemenang diumumkan dalam malam penganugerahan yang menjadi bagian dari rangkaian Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Bapperida melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, unsur pemerintah, dan media massa. Keterlibatan lintas sektor tersebut diharapkan dapat menghasilkan penilaian yang lebih komprehensif terhadap manfaat dan keberlanjutan setiap inovasi.
Luhur menekankan, inovasi tidak boleh berhenti sebagai karya yang hanya dipamerkan atau sekadar menjadi peserta perlombaan. Inovasi terpilih perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan daerah agar memberikan manfaat nyata.
Melalui Expo Inotek, pemerintah daerah juga ingin memperluas pertukaran gagasan dan membuka peluang kolaborasi antarinovator. Dengan demikian, hasil inovasi dari lingkungan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan desa dapat menjadi referensi bagi pihak lain untuk mengembangkan solusi serupa sesuai kebutuhan masing-masing.
Ruang Promosi Produk dan Kreativitas Lokal
Selain agenda utama tersebut, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan perusahaan yang ingin memperkenalkan produk kepada masyarakat. Kehadiran berbagai sektor dalam satu lokasi diharapkan memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan interaksi antara pelaku usaha dan calon konsumen.
Pemkab Ponorogo berharap kegiatan ini mampu membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi, pelayanan publik, pengembangan usaha, kreativitas generasi muda, dan kepatuhan pajak.
Dengan menggabungkan unsur edukasi, pameran, perdagangan, penghargaan, dan hiburan, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga membuka peluang pengembangan potensi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Ponorogo.

