Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Roadshow di Ponorogo, Sutradara Piye To Kih? Ito Mavin Ungkap Kisah Cinta Beda Alam dan Agama

Roadshow di Ponorogo, Sutradara Piye To Kih? Ito Mavin Ungkap Kisah Cinta Beda Alam dan Agama

Ito mengemas cerita tersebut dengan menjaga keseimbangan antara humor dan drama. Meski menjadi pengalaman pertamanya menggarap film drama, ia berupaya menghadirkan emosi yang berkembang secara alami sehingga penonton tidak hanya menikmati kelucuan di sepanjang cerita.

Dara Sarasvati juga menghadapi tantangan tersendiri ketika memerankan Sukma sebagai sosok dari alam astral. Pengaturan gestur tubuh dan pengendalian emosi menjadi bagian penting untuk membangun karakter yang berbeda dari manusia biasa.

Sementara itu, Gabriella Desta turut memperkuat jajaran pemain setelah mendapatkan tawaran langsung dari penulis skenario.

Bahasa Jawa Kental, tetapi Ceritanya Universal

Penggunaan bahasa Jawa menjadi salah satu identitas kuat dalam film ini. Namun, Ito menegaskan bahwa Piye To Kih? tidak dibuat hanya untuk penonton dari kalangan masyarakat Jawa.

Nilai-nilai yang diangkat justru bersifat universal dan dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Perjuangan memperbaiki diri, hubungan keluarga, persahabatan, dan cinta merupakan persoalan kehidupan yang dapat dialami siapa saja.

“Walaupun bahasa Jawa yang digunakan cukup kental, value yang kami bawa sebenarnya universal. Ada perjuangan, cinta, keluarga, dan persahabatan. Jadi, film ini bukan hanya untuk masyarakat Jawa, tetapi harapannya bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.

Ito juga berharap penonton tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum menyaksikan film tersebut secara langsung. Ia ingin masyarakat datang ke bioskop, menikmati ceritanya, kemudian memberikan penilaian secara objektif.

“Harapan kami sederhana, film ini bisa dinikmati terlebih dahulu. Mulai 19 November nanti, kami berharap masyarakat bisa datang beramai-ramai ke bioskop. Biarkan penonton sendiri yang menilai apakah film ini layak ditonton dan dinikmati bersama-sama,” ujarnya.

Roadshow di Sejumlah Kota Disambut Antusias

Optimisme terhadap penerimaan penonton juga didukung pengalaman roadshow di sejumlah kota sebelumnya. Ito menyebut rangkaian promosi di Solo, Yogyakarta, Magelang, Sragen, Ngawi, dan Madiun mendapat sambutan positif.

Bahkan, sejumlah agenda pemutaran dalam rangkaian roadshow tersebut dilaporkan terjual habis. Tingginya antusiasme membuat sebagian calon penonton tidak kebagian tiket.

Pengalaman tersebut menjadi harapan tersendiri bagi tim produksi saat melanjutkan perjalanan promosi ke kota-kota berikutnya, termasuk Ponorogo.

Menurut Ito, salah satu kekuatan film ini terletak pada kemampuannya menghadirkan hiburan sekaligus pesan kehidupan tanpa harus disampaikan secara berat.

Penonton diajak tertawa melalui berbagai situasi komedi pada bagian awal cerita. Namun, seiring berkembangnya konflik, film ini juga menghadirkan momen emosional yang berpotensi membuat penonton tersentuh hingga meneteskan air mata menjelang akhir cerita.

Proses produksi film ini sendiri dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Di balik proses syuting, kru juga memiliki pengalaman menarik ketika melihat bayangan yang menyerupai kuntilanak di meja makan lokasi produksi. Pengalaman tersebut menjadi cerita tersendiri dalam proses penggarapan film yang memang membawa unsur supernatural.

Tayang Serentak 19 November 2026

Film Piye To Kih? diproduksi oleh Miracle Pictures bersama Woko Channels dan memiliki klasifikasi usia penonton 13 tahun ke atas.

Setelah menyambangi sejumlah kota melalui roadshow, rangkaian promosi dijadwalkan berlanjut dengan Home Premiere di Kediri pada 6 November 2026 dan Gala Premiere di Jakarta pada 12 November 2026.

Film berdurasi 108 menit tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita