Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

PMI Asal Ponorogo Meninggal Terseret Ombak di Jepang, Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah

PMI Asal Ponorogo Meninggal Terseret Ombak di Jepang, Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah
istimewa

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Keluarga seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini menanti kepulangan jenazah anggota keluarganya yang meninggal dunia setelah terseret ombak saat memancing di perairan Kota Kashima, Prefektur Ibaraki, Jepang.

Korban berinisial MSP (21), warga Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, ditemukan meninggal dunia oleh tim pencarian dan penyelamatan Jepang pada Senin (2/11/2026) pagi. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah ombak besar menghantam tanggul pantai tempat dirinya bersama sejumlah rekannya memancing.

Musibah tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 15.30 waktu Jepang. Saat itu, empat warga negara Indonesia (WNI) sedang memancing di kawasan tanggul pantai Kota Kashima. Tiba-tiba, ombak besar menerjang lokasi hingga menyebabkan keempatnya terjatuh ke laut.

Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya terseret arus dan sempat dinyatakan hilang. Petugas kemudian melakukan pencarian terhadap kedua korban.

Satu korban ditemukan pada Minggu malam, sementara pencarian terhadap korban lainnya dilanjutkan pada Senin pagi. Japan Coast Guard akhirnya menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Informasi tersebut dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa kedua korban merupakan WNI berusia 21 tahun yang sedang mengikuti program magang di Jepang.

Kemlu mengidentifikasi kedua korban dengan inisial TT dan MSP. Keduanya meninggal dunia setelah terseret ombak ketika memancing di tanggul pantai wilayah Kashima, Prefektur Ibaraki.

“KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan Japan Coast Guard, kepolisian setempat, serta kumiai (lembaga pengawas magang) guna mengurus asuransi pemagang untuk proses pemulangan kedua jenazah ke Indonesia,” kata Heni seperti dikutip dari ANTARA, Senin (2/11/2026).

Di Ponorogo, kabar meninggalnya MSP membawa duka bagi keluarga dan warga Desa Nambangrejo. Keluarga kini berharap proses administrasi dan pemulangan jenazah dari Jepang segera selesai agar almarhum dapat dibawa pulang ke kampung halaman.

Kerabat korban, Septa, mengatakan keluarga tengah mengupayakan pemulangan jenazah dengan bantuan saudara korban yang juga bekerja di Jepang.

“Orang tua dibantu saudara yang juga bekerja di Jepang sedang mengurus proses pemulangan jenazah ke Indonesia,” kata Septa.

Menurut Septa, almarhum dikenal sebagai pemuda yang santun, ramah, dan rajin. Selama berada di Jepang, korban juga tetap menekuni pekerjaan yang berkaitan dengan keahliannya di bidang otomotif.

Almarhum merupakan lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo tahun 2024, jurusan Teknik Bodi Otomotif. Pihak sekolah turut menyampaikan duka atas kepergian mantan siswanya tersebut.

Perwakilan SMK PGRI 2 Ponorogo, Eni, mengenang korban sebagai siswa yang disiplin, mudah bergaul, dan tertib selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang untuk memastikan proses pengurusan kedua jenazah berjalan sesuai ketentuan.

Koordinasi tersebut melibatkan Japan Coast Guard, kepolisian setempat, serta kumiai atau lembaga yang berkaitan dengan pengawasan program pemagangan di Jepang. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengurusan asuransi peserta magang untuk mendukung proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

Heni Hamidah memastikan KBRI Tokyo akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga seluruh proses administrasi dan pemulangan kedua jenazah selesai.

“KBRI Tokyo akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan proses pengurusan dan pemulangan jenazah kedua WNI dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita