Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Pemasangan U-Ditch di Pakis Tirtosari Dikeluhkan Warga, Dinilai Tak Rapi dan Lamban

Pemasangan U-Ditch di Pakis Tirtosari Dikeluhkan Warga, Dinilai Tak Rapi dan Lamban

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Proyek pemasangan saluran u-ditch di kawasan Pakis Tirtosari RT 4 RW 5, Kecamatan Sawahan, Surabaya, menuai keluhan dari warga. Mereka menilai pengerjaan proyek tidak dilakukan secara rapi dan progresnya terkesan lambat tanpa kejelasan kapan akan selesai.

Salah satu warga, Nugroho, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya proses pengerjaan. Ia menyebut kondisi jalan lingkungan menjadi rusak dan bergelombang.

“Jalan jadi jeglong dan sampai sekarang belum selesai,” kata Nugroho, Jumat (19/9).

Keluhan serupa juga datang dari warga lain yang merasa terganggu dengan kondisi lingkungan yang berantakan akibat proyek. Beberapa titik proyek tampak terbengkalai, dengan pekerjaan seperti penutupan u-ditch dan perataan jalan yang belum dilanjutkan dalam beberapa hari terakhir.

Warga setempat, Sahlan, mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi warga kepada pelaksana proyek, namun belum mendapat kejelasan terkait jadwal penyelesaian.

“Kami minta agar pekerjaan ini segera dirapikan. Warga sudah cukup bersabar. Kalau dibiarkan terus, bagaimana dengan paving yang rusak dan tidak rapi?” ujarnya.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, proyek ini bernilai Rp278,7 juta yang bersumber dari APBD 2025, dengan nomor kontrak 00.3/236/436.9.20.3/2025. Dengan anggaran sebesar itu, warga berharap pengerjaan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.

Namun, lemahnya pengawasan dari pemerintah juga menjadi sorotan. LPMK Kelurahan Pakis dan dinas teknis terkait disebut tidak pernah terlihat mengawasi langsung pengerjaan di lapangan.

“Selama ini LPMK tidak pernah terlihat. Kalau fungsinya menampung aspirasi masyarakat, kenapa kasus ini dibiarkan? Apa gunanya ada LPMK?” kata warga lainnya, Andre.

Sementara itu, Direktur CV Brilian Nusantara selaku pelaksana proyek, Yani Lukisno, melalui pesan singkat menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan perapian u-ditch, namun hasil pekerjaan dirusak kembali oleh aktivitas pekerja dari PDAM.

“Perapian u-ditch sudah dikerjakan, tapi dibongkar dan dirusak lagi oleh teman-teman pekerja PDAM,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah kota segera turun tangan meninjau langsung kondisi di lokasi, serta memastikan proyek diselesaikan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai standar infrastruktur publik.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita