SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Warga RT 4 RW 5 di sekitar proyek pembangunan saluran U-Ditch yang dikerjakan kontraktor CV Brilian Nusantara mengeluhkan lambannya penyelesaian proyek. Meski pengerjaan sudah berjalan lama, proyek ini belum rampung.
Dengan kontrak bernomor 00.3/236/436.9.20.3/2025, dengan nilai Rp2787,7 juta dari APBD 2025 proyek ini semestinya jadi etalase transparansi dan kualitas pembangunan kota.
Proyek ini bahkan sempat menimbulkan korban akibat kondisi jalan yang belum aman. Selain itu, beberapa rumah warga terdampak, termasuk bergeser mendekati saluran. “Dulu rumah saya dari got ada jarak, sekarang kena sekitar 20 cm,” ujar Wirawan, Senin (22/9/2025).
Upaya warga untuk menyampaikan keluhan ke kontraktor tidak membuahkan hasil. Perwakilan pelaksana hanya meminta warga menyampaikan masalah secara langsung di lapangan. Warga pun menuntut pengawasan proyek lebih ketat dan pengerjaan sesuai jadwal.
Warga menilai proyek minim pengawasan, tidak melakukan tugasnya dengan benar. “Pemasangan dilakukan asal-asalan, proyek tidak berjalan seperti mestinya, Warga berharap pengerjaan segera dikebut agar lingkungan mereka tidak terganggu.
Pihak kontraktor mengakui adanya kendala teknis dan proses bongkar pasang galian yang mempengaruhi kecepatan pengerjaan. Namun mereka menjamin kualitas tetap terjaga. “Keluhan warga akan segera kami atasi. Material dan perapian yang kurang akan diperbaiki,” jelas Direktur CV Berlian Nusantara, Yani Lukisno
Minimnya pengawasan dan tidak adanya gambar rencana pekerjaan juga membuat warga bingung. “Di lokasi sama sekali tidak ada gambar, warga jadi bingung proyek ini apa,” kata Hadi Rudjito. Yoyok menambahkan, beberapa bagian U-Ditch dilubangi di bawah, yang dikhawatirkan berbahaya.
Dalam pertemuan, Aris meminta kepastian waktu penyelesaian jika pengerjaan ini dilakukan secara profesional maka hasilnya tidak seperti ini, tepat waktu dan hasilpun bagus.
Yani menegaskan proyek akan rampung pada 27 September 2025. Pertemuan ini menunjukkan keseriusan warga memastikan proyek berjalan sesuai target dan mendorong kontraktor mematuhi jadwal.(WAN)

