BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM : Masyarakat Bangkalan sempat dibuat geger atas tewasnya 6 santri Pondok Pesantren ( Ponpes) Jabal Qur’an Dusun Keseman Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan – Jatim. Dari informasi yang dihimpun oleh media Kanalindonesia.com dilapangan, diketahui ke – 6 santri tersebut dikabarkan tewas tenggelam di genangan air bekas tambang galian C yang sampai saat ini masih digunakan sebagai pembuatan batu bata putih, Kamis sore, 20 Januari 2025.
Menurut penuturan salah satu saksi mata, M. Muad, sebenarnya masyarakat sudah melarang anak – anak supaya tidak bermain dicekungan bekas galian tambang C yang cukup dalam dan digenangi air . Tetapi dasar tingka bocah, mereka sering sembunyi- sembunyi berenang ditempat berbahaya tersebut.
“Bahkan sudah dipasang plang larangan tapi mereka tidak pernah menggubris. Sampai akhirnya terjadi tragedi yang memilukan tersebut, “ucap Muad, Jum’at, (2/11/2025).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah peristiwa tersebut mereka dilarikan ke Puskesmas Jaddih. Tapi sayang, nyawa 6 santri ini tidak tertolong karena sudah banyak kehilangan oksigen, wajahnya nampak bengkak dan membiru.
“Mereka kehabisan oksigen, wajahnya nampak bengkak dan membiru,” terang Kepala Puskesmas Jaddih , drg. Purwanti.
Drg. Purwanti menambahkan, para korban telah dibawa pulang oleh keluarga masing – masing. Adapun identitas ke – 6 santri yang tewas tenggelam tersebut, diantaranya:
- Louvin Al-Baru Suhara (Kelas 2 SD)
- Salman Al-Farisi (Kelas 2 SD) – asal Tandes, Kota Surabaya
- Rosyid Ainul Yakin (Kelas 3 SD)
- Reynand Azka Mahardika (Kelas 3 SD) – asal Sambikerep, Kota Surabaya
- Moh. Nasiruddin Adrai (Kelas 1 SD) – asal Sidoarjo
- Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (Kelas 1 SD)
Sementara itu, Tim Penyidik Inafis dan Gegana Brimob Polda Jatim saat melakukan penyelidikan mencoba mengukur kedalaman genangan air. Termasuk luas genangan serta kandungan air yang menelan korban 6 santri tersebut, Jum’at 21 Nopember 2025 sekitar pukul 10.00 pagi.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono saat dikonfirmasi belasan awak media di TKP. Mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan olah TKP awal. Tinggal penyelidikan lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi di TKP yang berjarak sekitar 300 meter dari Ponpes Jabal Qura’an tersebut.
“Kita akan melakukan penyelidikan secara lebih mendalam lagi atas peristiwa yang menimpa 6 santri tersebut, ” pungkasnya.
Reporter: Sumaryanto

