Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PACITAN

Satgas Pangan Pacitan Monitoring Bapokting, LPG, dan BBM, Harga Tetap Stabil Jelang Nataru

Satgas Pangan Pacitan Monitoring Bapokting, LPG, dan BBM, Harga Tetap Stabil Jelang Nataru

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pacitan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan serta Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pacitan melakukan monitoring bahan pokok penting (bapokting), gas LPG 3 kilogram, dan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah pasar tradisional, ritel modern, agen LPG, hingga SPBU di wilayah Kabupaten Pacitan.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang libur akhir tahun.

Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Khoirul Maskanan, selaku anggota Satgas Pangan Pacitan, mengatakan bahwa monitoring ini merupakan langkah antisipatif guna mencegah lonjakan harga dan kelangkaan barang pada momentum Nataru.

“Monitoring bapokting, gas LPG, dan BBM ini bertujuan untuk memastikan harga tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya, Selasa (22/12/2025).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, AKP Khoirul menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi harga dan distribusi masih dalam kategori aman dan terkendali “ Harga kebutuhan pokok maupun gas LPG masih sesuai HET, baik di tingkat agen maupun pengecer. Distribusi BBM di SPBU juga berjalan normal. Apabila terjadi peningkatan permintaan LPG, kami telah mengantisipasi dengan potensi penambahan pasokan hingga sekitar 16 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan Kabupaten Pacitan, Asep Suherman, menyampaikan bahwa hasil monitoring di pasar tradisional dan ritel modern menunjukkan stok bapokting mencukupi dan harga relatif stabil.

“ Harga masih sesuai HET dan ketersediaan barang aman. Untuk gas LPG, harga di tingkat agen berkisar Rp18 ribu, sedangkan komoditas strategis seperti beras, cabai merah, dan cabai keriting masih stabil. Jika terjadi lonjakan permintaan saat puncak Nataru, kuota pasokan akan kami dorong naik sekitar 16 persen,” terangnya.

Ia juga mengimbau kepada para agen LPG dan pelaku usaha agar tidak melakukan penjualan di atas HET serta tetap menjaga distribusi agar merata.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pacitan Mohammad Ali Mustofa menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang periode dengan potensi peningkatan konsumsi masyarakat.

“ Stabilitas harga bapokting, gas LPG, dan BBM merupakan faktor penting dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Berdasarkan hasil monitoring, harga di pasar tradisional maupun ritel modern masih relatif stabil dan stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru,” jelasnya.

Ditambahkannya , Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Khoirul Maskanan menegaskan bahwa Satgas Pangan akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun permainan harga. Jika ditemukan pelanggaran, termasuk penjualan di atas HET, Satgas Pangan akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. (Bc)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita