PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Ratusan pengemudi dumptruk menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Ponorogo pada Kamis (15/01/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan tambang yang membuat para sopir kehilangan mata pencaharian selama lebih dari satu bulan.
Selain melakukan orasi secara bergantian, para sopir juga memarkirkan armada dumptruk mereka di sepanjang kawasan Alun-alun Ponorogo sebagai simbol solidaritas.
Dalam aksinya, massa menuntut agar pihak berwenang segera memberikan kebijakan untuk membuka kembali aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Kordinator aksi dalam orasinya menyampaikan keluh kesah para sopir yang merasa terhimpit ekonomi akibat penghentian aktivitas tambang.
Ia menekankan bahwa para sopir adalah mitra kerja pemerintah yang selama ini taat aturan, namun kini nasib mereka tidak menentu.
“Kasihan anak-anak kami, kasihan anak istri kami. Itu semua butuh makan. Apalagi ini sudah 36 hari kita tidak bekerja,” ujar Minim Subarno perwakilan sopir dalam orasinya.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan santun, tanpa adanya tindakan anarkis.
Para sopir berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
“Tolong kasih kami solusi agar semua itu bisa kerja. Tujuan kita cuma satu, tambang besok atau lusa harus buka!” tegasnya yang disambut teriakan setuju dari ratusan massa.
Menanggapi aksi tersebut, perwakilan sopir yang berjumlah 10 orang akhirnya diterima untuk masuk ke gedung DPRD. Mereka melakukan audiensi bersama sejumlah anggota dewan dan dinas terkait untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, proses audiensi masih berlangsung. Para sopir mengancam akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk pembukaan tambang tidak segera dipenuhi dalam waktu dekat.(Tim)

