JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan (rebound) pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (3/2/2026). Sebelumnya, pasar modal Indonesia sempat mengalami guncangan hebat dengan penurunan indeks mencapai 4,85% yang dipicu oleh sentimen negatif terkait transparansi metodologi indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) segera melakukan langkah stabilisasi untuk menahan kejatuhan lebih dalam. Danantara dilaporkan melakukan aksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang sebelumnya tertekan aksi jual masif investor asing.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh meskipun pasar global sedang bergejolak.
“Kami memantau fluktuasi yang terjadi akibat penyesuaian bobot indeks MSCI. OJK telah berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memastikan perdagangan berjalan teratur, adil, dan efisien. Intervensi yang dilakukan bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor domestik agar tidak terjebak dalam kepanikan pasar,” ucapnya.
Anjloknya IHSG hingga hampir 5% di sesi sebelumnya berakar pada ketidakpastian transparansi evaluasi MSCI terhadap beberapa emiten besar Indonesia. Investor asing cenderung melakukan manajemen risiko dengan menarik dana jangka pendek (capital outflow) karena kekhawatiran akan perubahan klasifikasi aset.
Penurunan tajam kemarin hingga pagi tadi murni akibat faktor sentimen eksternal terkait rebalancing MSCI. Namun, masuknya Danantara sebagai kekuatan baru penjaga stabilitas investasi memberikan sinyal positif bagi pasar.
Berdasarkan data RTI Business pada penutupan pasar pukul 16.00 WIB posisi IHSG menguat kembali ke level 7.120 (setelah sempat menyentuh level terendah di 6.850), dengan volume transaksi mencapai Rp18,5 triliun dimana sektor penggerak yaitu sektor keuangan (BBCA, BBRI) dan sektor energi memimpin penguatan.
Meskipun mulai pulih, para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan hingga pengumuman resmi MSCI keluar. Kehadiran Danantara diharapkan menjadi institusi penyeimbang yang mampu memitigasi dampak ketergantungan pasar modal lokal terhadap arus modal asing. (Tim)

