BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) menggelar demo (unjukrasa) didepan gerbang pintu masuk Pemkab. Bangkalan – Jatim sambil membakar ban mobil bekas. Mereka (Himaba) menuntut pada “Haul 1 tahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan” seperti tulisan yang tertera pada bentangan spanduk besar yang mereka bawa. Agar Bupati Lukman Hakim memberantas sarang mafia yang berkeliaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan. Termasuk preman parkir dan para cukong yang kerap gentayangan saat pembebasan tanah untuk dibangun gedung sekolah.
“Kami menagih janji politik Bupati Bangkalan karena banyak masyarakat yang belum sejahtera dan masalah pendidikan yang menggantung, ” teriak lantang korlap HIMABA, Aukop, Rabu (4/2/2026).
Lebih lanjut Aukop menjelaskan bahwa mafia yang berkeliaran di Disdik Bangkalan tersebut. Terkait dengan bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai tidak merata. Banyak siswa kaya yang mendapat PIP dan siswa miskin hanya gigit jari karena tidak mendapat bantuan PIP. Belum lagi masalah dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) yang seharusnya dikelola sekolah tapi pada kenyataan dikelola oknum tertentu.
“Saya minta Bupati Lukman mengawal masalah ini,” pinta korlap HIMABA, Aukop.
Terkait soal perparkiran yang dibijaksanai kembali dipungut dalam setahun sekali. Aukop berpendapat jenis parkir ini dipakai sebagai kelinci percobaan dan membingungkan masyarakat. Karena dalam praktek di lapangan masih juga dipungut biaya parkir oleh para jukir. Kemudian masalah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang belum merata.
Merasa tidak mendapat tanggapan dari Bupati Bangkalan karena yang diutus menemui mahasiswa adalah Sekdakab Bangkalan, sedangkan yang diminta adalah Bupati dan Wabup Bangkalan. Mahasiswa kecewa dan merangsak masuk hingga ke depan ruang lobby Pemkab. Bangkalan. Sempat terjadi kericuhan dan saling dorong antara mahasiswa dengan aparat keamanan Sat. Pol. PP di back – up Polres Bangkalan.
“Saya beri waktu 5 menit kepada Bupati dan Wabup Bangkalan untuk menemui mahasiswa, ” teriak korlap.
Suasana menjadi reda setelah Bupati Bangkalan, Lukman Hakim datang. Namun mahasiswa yang terlanjur kecewa, ngambul dan mundur ke jalan raya untuk kembali melakukan orasi dan mengungkapkan unek – uneknya. Disisi lain, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim didampingi Wabup Bangkalan, Fauzan Jakfar, Sekdakab Bangkalan dan beberapa Kepala OPD. Dengan segala kebesaran hatinya bergerak mendatangi mahasiswa didepan pintu gerbang masuk Pemkab. Bangkalan.
Pada kesempatan tersebut, Lukman Hakim menerima semua keluhan dan masukan dari mahasiswa. Lukman Hakim minta maaf dirinya terlambat menemui mahasiswa karena ada rapat penting. Selanjutnya dia menjelaskan mulai dari A sampai Z permasalahan terkait dengan bantuan PIP, BOS, parkir, program 1 desa 1 sarjana, beberapa gedung sekolah yang dinilai tidak layak pakai dan hal lainya.
Dirinya berusaha meyakinkan mahasiswa bahwa di Disdik tidak ada pungutan, kalaupun ada itu dilakukan oleh oknum. Suasana nampak cair dan berakhir dengan damai.
“Silahkan oknum tersebut dilaporkan ke pihak berwajib. Akan saya kawal, ” ucap Lukman Hakim.

