BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Jelang bulan Ramadhan 1447.H (2026) yang tinggal menghitung hari. Harga cabai dibeberapa pasar tradisional di Kabupaten Bangkalan – Jatim. Seperti pasar tradisional Ki Lemah Duwur, Pasar tradisional Bancaran dan pasar dadakan Sorjan. Mulai merangkak naik dan semakin pedas.
Terbukti dari hasil investigasi KI.COM di pasar Sorjan Bangkalan. Harga cabai yang sebelumnya Rp.60 ribu/kg
naik drastis menjadi Rp. 80 ribu/kg.
“Harga cabai naik Rp. 20 ribu, tepatnya dari Rp. 60 ribu menjadi Rp. 80 ribu/kg, ” ucap salah satu penjual kebutuhan pokok di pasar Sorjan, Hotijah, Kamis, (12/2/2026).
Senada juga disampaikan pedagang sembako di pasar tradisional Bancaran, Jamilah. Menurutnya, kenaikan harga cabai jelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri seperti yang lalu – lalu. Sudah menjadi tradisi yang sulit dihindari. Baru kemarin harga cabai naik Rp. 80 ribu, hari naik lagi menjadi Rp. 90 ribu/kg.
“Kenaikan harga cabai sewaktu – waktu bisa berubah dan naik kembali. Apalagi mendekati hari raya Idul Fitri, tanpa bisa di rem akan terus naik, ” terang Jamilah.
Tak ayal kenaikan harga atas cabai tersebut. Membuat emak – emak yang dijumpai di pasar tradisional Bancaran dan bertanggung jawab penuh atas kelangsungan soal masak memasak didapur. Mengeluh dan curhat ke awak media KI. COM. Salah satu diantaranya, Mariyati mengatakan setiap bulan puasa tiba, harga cabai selalu begitu dan sulit dibendung.
“Sulit dihindari mas, jelang ramadhan harga cabai akan semakin pedas alias naik lagi. Kemungkinan harga – harga kebutuhan pokok lainya memasuki H- 7 hingga H- 1 lebaran, akan ikut – ikutan naik,”keluh Mariyati.
Sementara itu, Analisis Perdagangan
Dinas Koperasi, UM dan Perdagangan Bangkalan, Pipit. Saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kenaikan harga cabai tersebut. Tidak hanya itu, berdasarkan hasil survey di lapangan dan bercermin dari pengalaman ramadhan tahun – tahun sebelumnya. Kejadian serupa akan terus berulang karena hukum pasar memang begitu.
“Harga – harga kebutuhan pokok lainya masih stabil. Tapi tidak berani menjamin tidak akan terjadi kenaikan harga menjelang H -4 hingga H- 1 Idul Fitri, ” pungkas Pipiet.

