Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Pasar Murah Depan Pendopo Agung Bangkalan, Terkesan Ogah-Ogahan, Tidak Lengkap dan Sepi Pengunjung

Pasar Murah Depan Pendopo Agung Bangkalan, Terkesan Ogah-Ogahan, Tidak Lengkap dan Sepi Pengunjung

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM:Pasar murah yang digelar Pemkab. pada hari kedua Ramadhan 1447.H. Serta pelaksanaanya dikoordinir oleh Dinas Peternakan Bangkalan terkesan ogah – ogahan, sembako yang dijual juga tidak lengkap dan sepi pengunjung.

Berdasar pantauan awak media KI.COM dilapangan, terlihat dari belasan stand yang ada, cuma terisi 7 stand menyediakan daging sapi, telur, ayam, minyak, beras dan bakso. Sayangnya yang dicari – cari masyarakat pengunjung seperti gula dan cabai yang harganya kini tembus Rp. 90 ribu/kg. Justru tidak ada, sehingga menyisakan kekecewaan yang mendalam. Karena cabai yang digadang – gadang pengunjung bisa dibeli dengan harga dibawah pasar, malah tidak tersedia.

“Saya cukup kecewa mas, cabai yang harganya mahal dipasar tradisional, di stand Gerakan Pangan Murah Bangkalan malah tidak ada,” keluh salah satu pengunjung, Mariani dari Kelurahan Pejagan Bangkalan, Jum’at, (20/2/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Bangkalan selaku koordinator pelaksana saat dikonfirmasi melalui Kabid. Bina Usaha, Eti Nandari. Mengatakan untuk gula dan komuditas cabai bukan kewenangan instansinya.

Lo kok gitu, seharusnya Eti selaku koordinator pasar murah tidak perlu turun tangan (ikut bawahan) melayani pembeli. Tetapi melakukan koordinasi dengan pihak instansi lainya. Agar tidak terkesan menghindar dari tanggung jawab.

“Dinas kami hanya menyediakan daging olahan. Sedangkan komuditas cabai bukan kewenangan kami, ” elak Eti Nandari.

Untuk diketahui, sekira pukul 8 pagi stand baru dibuka dan pengunjung yang membeli kebutuhan dapur bisa dihitung dengan jari tangan kemudian pada pukul 9.00 stand sudah lengang dan sepi pengunjung.

“Mungkin sesama dinas pelaksana pasar murah, minim koordinasi dan kurang woro – woro ketengah – tengah masyarakat. Sehingga pasar murah sepi pengunjung, ” celetuk Sugianto dari Jalan Trunojoyo Bangkalan

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita