BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM : Nasib belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sempat diusir berjualan diseputar Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Nasibnya kini digantung dan memperihatinkan. Ibarat pepatah kuno, maju kena – mundur kena. Hal itu disampaikan salah satu PKL yang menjadi korban pengusiran, Aisyah.
Menurut penuturanya, dulu saat diusir berjualan di SGB, aparat yang melakukan penertiban kala itu menjanjikan akan dibangun tempat kuliner. Tentu saja hati puluhan PKL yang jadi korban pengusiran sempat berbunga – bunga dengan janji manis sang aparat. Sayangnya dari realita yang berbicara, semuanya hanya omon-omon doang. Kecapnya nomer satu semua, tidak ada yang nomer dua. Sama sekali tidak ada wujudnya
“Sekarang ini banyak PKL yang bingung untuk mencari sesuap nasi. Janji akan dibangunkan tempat kuliner untuk menampung PKL terdampak, hanya isapan jempol semata, “keluh Aisyah, Rabu, (4/3/2026).
Lebih lanjut Aisyah menuturkan, para PKL yang menjadi korban, pernah berjualan di pinggir jalan, tetapi sering diusir tanpa solusi yang pasti. Sepertinya niat membantu para penekun UMKM tidak pernah terwujud dan dirasakan oleh para PKL di Bangkalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perdagangan Bangkalan Moh Rasuli. Saat dikonfirmasi awak media mengatakan, tempat untuk UMKM belum ada. Karena anggaranya belum tersedia untuk merencanakan hal tersebut.
“Anggaran terbatas jadi belum memikirkan hal itu. Kami prioritaskan membuat Peraturan Bupati (Perbup) – nya dulu, “ucapnya singkat.

