Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Pansus BUMD DPRD Jatim Mempertimbangkan untuk Memperpanjang Waktu Kerjanya, Satib : Banyak pembahasan belum selesai

Pansus BUMD DPRD Jatim Mempertimbangkan untuk Memperpanjang Waktu Kerjanya, Satib : Banyak pembahasan belum selesai

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Masih banyaknya agenda pendalaman terkait kinerja dan pengelolaan BUMD, Pansus BUMD DPRD Jatim berpeluang meperpanjang masa kerjanya.

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Drs H. Satib, menegaskan perpanjangan ini lantaran kompleksitas persoalan BUMD yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, terutama di tengah tekanan efisiensi anggaran.

“Pembahasan pansus ini belum selesai dan masih dimungkinkan untuk diperpanjang,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Lebih jauh politisi Partai Gerindra tersebut menjelaskan bahwa kondisi BUMD di Jawa Timur sangat beragam, baik dari sisi kesehatan perusahaan maupun pengelolaan aset. Sehingga diperlukan langkah evaluasi yang lebih terstruktur dan berbasis data.

Saat ini Pansus sudah melakukan penilaian kondisi BUMD , sehingga nantinya akan menyampaikan usulan utama agar dilakukan klasterisasi BUMD berdasarkan tingkat kesehatan. Langkah ini dinilai penting untuk menentukan arah kebijakan, apakah perusahaan perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dilakukan langkah restrukturisasi.

“Kami mengusulkan agar BUMD dikelompokkan, mana yang masih sehat dan mana yang tidak. Ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan,” jelasnya.

Selain itu, pansus juga menyoroti pengelolaan aset BUMD yang dinilai belum optimal. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 112 aset yang perlu dipetakan secara lebih rinci agar dapat dimaksimalkan pemanfaatannya, terutama di tengah keterbatasan fiskal.
“Kedua, aset BUMD juga perlu diklasterkan. Saat ini terdata ada 112 aset, dan itu harus dipetakan secara jelas agar pengelolaannya lebih optimal,” imbuhnya.

Untuk memperkuat proses evaluasi, pansus turut mengusulkan pelibatan konsultan publik. Kehadiran pihak independen dinilai penting untuk memberikan penilaian objektif terhadap kinerja dan prospek BUMD, sekaligus merumuskan strategi penataan yang lebih profesional.

“Ketiga, kami mengusulkan adanya konsultan publik agar penilaian terhadap BUMD lebih objektif dan komprehensif,” tegas Satib.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pansus BUMD DPRD Jatim berharap evaluasi perusahaan daerah tidak hanya menjadi formalitas, tetapi mampu menghasilkan kebijakan konkret. Terlebih di tengah efisiensi anggaran, BUMD dituntut lebih adaptif, efisien, dan mampu menjadi sumber pendapatan yang andal bagi daerah.

Sejumlah anggota Pansus mengaku mereka mempertimbangkan untuk menambah waktu kerja Pansus 1 bulan ke depan.

“Kemungkinan nambah satu bulan ke depan . Soalnya kemarin juga terpotong Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Ketua Pansus BUMD dr Agung Muljono. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita