SIDOARJO,KANALINDONESIA.COM – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD sederajat tingkat Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 cabang lomba mendongeng berlangsung meriah. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan siswa terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Lomba mendongeng dibuka oleh panitia, Mei Ernawati dan Yeni Suciati, yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tampil percaya diri saat membawakan cerita di atas panggung.
Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Handoko dan Ali Imron dari Kampung Dongeng serta Nabila Farah selaku penggiat literasi. Para juri menilai kemampuan peserta sudah cukup baik, terutama dalam penguasaan ekspresi dan olah suara.
Namun, dewan juri juga memberikan sejumlah catatan evaluasi. Peserta dinilai masih perlu meningkatkan variasi suara dalam mendongeng agar suasana cerita lebih hidup.
“Sebagian peserta masih fokus pada suara manusia saja. Padahal dalam mendongeng penting menghadirkan variasi suara seperti angin, kendaraan, atau suara hewan dengan olah vokal sendiri,” ujar juri. Kamis (07/05/2026).
Selain itu, juri menegaskan bahwa kekuatan utama mendongeng terletak pada alur cerita, ekspresi, warna suara, dan kemampuan membangun suasana. Penggunaan properti dinilai tidak perlu berlebihan.
“Tidak harus membawa alat peraga yang banyak. Yang terpenting fokus pada cerita dan penyampaiannya,” tambahnya.
Persaingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung sportivitas. Seluruh peserta tampil antusias dan percaya diri membawakan dongeng yang telah dipersiapkan.
Berdasarkan hasil penilaian, Juara 1 diraih MINU KH Mukmin Kecamatan Sidoarjo dengan uang pembinaan Rp1 juta. Juara 2 diraih SDN Wage Kecamatan Taman dengan uang pembinaan Rp750 ribu, sedangkan Juara 3 diraih Afalah Darussalam 2 Kecamatan Waru dengan uang pembinaan Rp500 ribu.
Sementara Juara Harapan 1 diraih MI Nurul Ulum Kecamatan Prambon, Juara Harapan 2 SDN Suko Kecamatan Sukodono, dan Juara Harapan 3 SDN Buduran Kecamatan Buduran.
Melalui kegiatan FLS3N ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, serta keberanian siswa dalam tampil di depan umum sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya mendongeng sejak dini.

