BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Jelang H- 4 Hari Raya Idul Adha 1447. H. Harga seekor kambing dipasar hewan Tanah Merah Kecamatan Merah Kabupaten Bangkalan – Jatim, merangkak naik. Terbukti dari hasil pantauan awak media KI.COM di lapangan, harga seekor kambing yang akan digunakan sebagai hewan korban, perlahan tapi pasti mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pedagang kambing, Nuridin (42) warga Desa Pakaan Dajah Kecamatan Galis Bangkalan, setiap sepekan sekali (hari pasaran tiba) yang jatuh pada hari Sabtu. Sebagai saudagar kambing yang dikenal luas, rutin menjajakan kambingnya di pasar hewan Tanah Merah.
“Kenaikan harga seekor kambing jelang Idul Adha tahun ini (re rajah), tergantung besar kecil ukuranya dan kenaikan harganya bervariasi antara Rp200 ribu-Rp500 ribu,” terang Nuridin, Sabtu, (23/5/2026).
Contohnya ini, sambil menunjuk kambing yang cukup besar, lanjut Nuridin, pada hari – hari biasa, harga perekornya paling tinggi Rp 3 juta. Tapi jelang hari lebaran haji naik menjadi Rp3,5 juta. Kambing ukuran sedang dari Rp2,5 naik menjadi Rp2,8 juta dan paling kecil dari Rp1,5 juta naik menjadi Rp1700
“Jangan membeli hewan korban pada H-1, harganya naik gila – gilaan, bisa mencapai 30 hingga 40 persen, ” pesannya.
Sementara itu, salah satu pembeli hewan kurban berupa kambing, Saniman, (50), warga Desa Tanah Merah Laok. Membenarkan bahwa harga seekor kambing yang akan digunakan sebagai hewan kurban, harganya cenderung meningkatkan dibanding hari – hari biasa.
Itu namanya hukum dagang, pintar menggunakan aji mumpung atau kesempatan dalam kesempitan. Akibatnya, mau tidak mau, konsumen tidak bisa berkutik (berbuat banyak) dan terpaksa membelinya. Karena kebutuhan yang sangat mendesak.
“Ini saya beli seekor kambing yang ukuran besar seharga Rp4juta, patungan sama keluarga. Kalau hari – hari biasa harganya tak lebih dari Rp3, 5 juta, ” pungkasnya.

