Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Skandal TPPO Spa Kawasan HR Muhammad Pemilik dan Manajemen Bungkam

Skandal TPPO Spa Kawasan HR Muhammad Pemilik dan Manajemen Bungkam

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Awan hitam dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang mendera sebuah tempat usaha spa di kawasan Jalan HR Muhammad, Surabaya, belum menemui titik terang.

Di tengah desakan publik agar kasus ini segera diusut tuntas, pihak manajemen justru memilih untuk mengunci mulut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (4/6/2026), tempat usaha tersebut masih beroperasi seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda penutupan atau garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi. Namun, suasana di dalam tampak tertutup bagi pihak luar yang mencoba mencari klarifikasi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pun menemui jalan buntu. Satu-satunya sosok yang berada di lokasi, yakni petugas keamanan, mengaku tidak mengetahui banyak hal mengenai tuduhan serius yang diarahkan kepada tempat kerjanya.

Saat disinggung mengenai keberadaan manajemen, petugas tersebut hanya memberikan jawaban singkat.

“Bosnya lagi luar kota,” ucap petugas keamanan itu sembari membatasi akses masuk media.

Absennya pihak pengelola dalam memberikan pernyataan resmi memicu spekulasi luas di masyarakat. Kasus ini bukanlah perkara ringan, mengingat TPPO dan eksploitasi anak merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang menjadi atensi serius aparat penegak hukum dan pemerintah kota.

Sikap diam manajemen berbanding terbalik dengan desakan yang sebelumnya disuarakan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Para wakil rakyat tersebut secara tegas meminta instansi terkait, termasuk kepolisian dan Satpol PP, untuk segera melakukan investigasi mendalam serta penindakan administratif jika ditemukan pelanggaran aturan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, langkah konkret dari aparat penegak hukum maupun instansi berwenang belum terlihat di lapangan. Kondisi ini memicu tanya besar di tengah masyarakat: apakah aparat sedang melakukan penyelidikan tertutup, atau justru ada pembiaran terhadap bisnis yang diduga melanggar hukum tersebut?

Ketidakjelasan ini semakin mempertebal desakan bagi pihak berwenang untuk segera memberikan kepastian hukum. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah kota dan kepolisian untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas praktik eksploitasi anak di Surabaya.

Media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya menghubungi pihak manajemen terkait, guna memenuhi prinsip keberimbangan serta mengungkap kebenaran di balik dugaan praktik ilegal yang mencoreng dunia usaha di Kota Pahlawan ini. (SNT)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita