Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Angin Timuran Kembali Datang, Nelayan Tuban Tak Berani Ambil Risiko Melaut

Angin Timuran Kembali Datang, Nelayan Tuban Tak Berani Ambil Risiko Melaut

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Gelombang tinggi yang melanda perairan Tuban dalam tiga hari terakhir memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut dan menyandarkan kapal mereka di pesisir.

Pantauan di kawasan Gerdu Laut Tuban, Sabtu (6/6/2026) sore, puluhan kapal tampak berjejer di tepi pantai. Para nelayan memilih tidak berlayar karena kondisi ombak yang dinilai cukup berbahaya.

Kasmiadi, nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, mengatakan dirinya sudah tiga hari tidak melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat.

“Sudah tiga hari ini ombak besar. Tadi pagi banyak yang sudah mau berangkat, tapi tidak jadi karena ombak tinggi,” ujarnya.

Selama tidak melaut, Kasmiadi memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring yang biasa digunakan mencari ikan. Saat kondisi normal, ia biasanya melaut hingga sekitar 10 mil dari pantai.

Menurutnya, gelombang tinggi yang terjadi saat ini merupakan dampak musim timuran, yakni periode ketika angin bertiup dari arah timur yang lazim terjadi pada musim kemarau.

“Ini musim timuran, jadi anginnya dari timur. Biasanya kalau musim hujan kami menyebutnya musim baratan karena anginnya dari barat,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan Tuban.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, Moch. Nur, menjelaskan tinggi gelombang yang sebelumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter, diperkirakan meningkat menjadi kategori sedang pada 5 hingga 6 Juni 2026 dengan kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

“Ada sedikit peningkatan level gelombang menjadi kategori sedang yang diprediksi terjadi pada tanggal 5 dan 6 Juni,” ujarnya.

BMKG mengimbau nelayan agar selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar. Selain itu, nelayan diminta memastikan kondisi kapal, alat keselamatan, dan kesiapan fisik awak kapal dalam keadaan layak.

“Sebelum berangkat berlayar, pastikan kembali kelayakan kapal, fungsi alat keselamatan, serta kesiapan kondisi fisik awak kapal,” pungkasnya. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita