Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SIDOARJO

Wabup Mimik Sidak Puskesmas Porong dan Tanggulangin, Temukan Fasilitas Tak Layak hingga Ruang Pelayanan Sumpek

Wabup Mimik Sidak Puskesmas Porong dan Tanggulangin, Temukan Fasilitas Tak Layak hingga Ruang Pelayanan Sumpek

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Porong dan Puskesmas Tanggulangin, Jumat (10/7/2026). Dalam sidak itu, Wabup menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari fasilitas rawat inap yang tidak layak, kebersihan yang dinilai kurang terjaga, hingga kondisi bangunan dan tata ruang pelayanan yang tidak lagi memadai.

Di Puskesmas Porong, Mimik dibuat geram setelah mendapati bantal kapuk lusuh tanpa sarung masih digunakan untuk pasien rawat inap. Tak hanya itu, beberapa bed pasien juga terlihat tanpa perlengkapan yang semestinya, sehingga memunculkan pertanyaan serius soal standar pelayanan dasar di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut.

Temuan itu langsung menuai sorotan dari Wabup. Menurutnya, fasilitas kesehatan seharusnya menjadi tempat yang paling menjaga kenyamanan, kebersihan, dan kelayakan sarana, bukan justru membiarkan pasien dirawat dengan perlengkapan yang jauh dari standar.

Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Porong, dr. Djoko Setiyono, mengakui adanya temuan di lapangan. Ia berdalih persoalan kebersihan ditangani petugas outsourcing dengan sistem dua shift setiap hari. Namun penjelasan itu tidak cukup menutup fakta bahwa kursi tunggu berdebu dan sejumlah perlengkapan rawat inap tampak tidak terurus.

“Kalau bicara fasilitas kesehatan, maka kebersihan dan kelayakan sarana itu tidak bisa ditawar. Ini menyangkut pelayanan publik dan kenyamanan pasien,” tegas Mimik saat sidak.

Tak berhenti di Porong, sidak berlanjut ke Puskesmas Tanggulangin. Di lokasi ini, Mimik menyoroti kondisi bangunan yang dinilai sempit, pengap, dan tidak lagi layak menampung beban pelayanan kesehatan. Puskesmas tersebut diketahui melayani 18 desa, namun kapasitas ruang dan tata letaknya dinilai sudah tidak sebanding dengan jumlah warga yang dilayani.

“Puskesmas Tanggulangin ini melayani 18 desa, tapi kondisinya sudah tidak memenuhi syarat. Ruangannya sumpek, tata ruangnya juga kurang layak. Orang datang ke puskesmas itu untuk berobat, bukan ke warung. Kalau ruangannya pengap, itu juga memengaruhi kenyamanan dan pelayanan,” ujar Mimik.

Ia menegaskan, hasil sidak ini tidak akan berhenti sebagai catatan di atas kertas. Pemkab Sidoarjo, kata dia, akan mengevaluasi serius kondisi dua puskesmas tersebut, terutama menyangkut standar fasilitas rawat inap, kebersihan, kenyamanan ruang pelayanan, serta kebutuhan pengembangan sarana kesehatan.

Khusus untuk Puskesmas Porong, Mimik menilai lokasinya cukup strategis dan lahannya masih memungkinkan untuk dikembangkan. Karena itu, ia membuka opsi agar fasilitas tersebut ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D guna memperluas akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Sidoarjo.

“Puskesmas Porong lahannya masih luas dan memungkinkan untuk dikembangkan. Ini bisa kita komunikasikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan peningkatan menjadi rumah sakit tipe D. Harapannya, pelayanan kesehatan di wilayah Porong dan sekitarnya bisa lebih maksimal,” katanya.

Sementara untuk Puskesmas Tanggulangin, Wabup menilai keterbatasan lahan menjadi kendala utama. Dengan kondisi bangunan yang sudah padat dan ruang pengembangan yang minim, Pemkab Sidoarjo harus memikirkan solusi jangka panjang agar pelayanan kesehatan untuk 18 desa tidak terus dibebankan pada fasilitas yang sudah sesak.

“Kalau tempatnya nyaman, bersih, dan memadai, itu sudah menjadi vitamin tersendiri bagi pelayanan. Tapi kalau ruangnya sempit, pengap, dan fasilitasnya tidak layak, ini harus segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat yang datang berobat justru merasa tidak nyaman sejak masuk pintu puskesmas,” tandasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita