Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL KALIMANTAN

Karhutla Kalimantan Masih Mengancam, 178 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan Tengah

Karhutla Kalimantan Masih Mengancam, 178 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan Tengah
Personel Satgas darat terus berjibaku melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rasau Jaya 3, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

KALIMANTAN, KANALINDONESIA.COM: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kalimantan. Kementerian Kehutanan mencatat 178 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Tengah dan 54 titik di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan SiPongi hingga Sabtu (5/9/2026) malam.

Angka tersebut memang menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 4 September 2026, Kalimantan Tengah masih mencatat 252 hotspot high confidence, sedangkan Kalimantan Barat mencapai 124 titik. Namun, pemerintah tetap mempertahankan kewaspadaan karena keberadaan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mengindikasikan adanya anomali suhu permukaan yang perlu diverifikasi di lapangan.

Kalimantan Tengah saat ini menjadi wilayah dengan jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Selain Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, pemerintah juga memantau Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan konsentrasi hotspot tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat operasi pengendalian.

“Data tersebut menunjukkan perhatian operasi saat ini, terutama diarahkan pada Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat yang mencatat hotspot high confidence tertinggi,” kata Ristianto Pribadi.

OMC Diperkuat di Kalimantan

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman darat. Kementerian Kehutanan bersama BMKG memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu membasahi kawasan rawan karhutla, khususnya lahan gambut.

Kementerian Kehutanan dan BMKG menjalankan OMC di Kalimantan Barat mulai 5 hingga 14 September 2026. Sementara itu, operasi di Kalimantan Tengah berlangsung mulai 6 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pesawat CASA 212 dan logistik dari BNPB.

Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH/BPLH, Dasrul Chaniago, menegaskan OMC memiliki peran penting dalam mendukung penanganan karhutla.

“Operasi Modifikasi Cuaca merupakan intervensi penting dalam penanganan karhutla, khususnya untuk membantu pembasahan lahan gambut dan mendukung kerja tim pemadam di lapangan,” ujar Dasrul Chaniago.

BMKG menyatakan pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat telah menghasilkan hujan yang membantu membasahi lahan gambut serta mendukung pemadaman titik api di sejumlah kawasan rawan. Tim BMKG terus memantau pergerakan awan, arah angin, dan kelembapan udara untuk menentukan sasaran penyemaian secara tepat.

Kalimantan Barat Juga Masih Waspada

Di Kalimantan Barat, pemerintah daerah masih menghadapi risiko karhutla meskipun jumlah hotspot high confidence turun cukup signifikan.

BNPB menyebut Kalimantan Barat masih menjadi salah satu provinsi prioritas penanganan karhutla. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku hingga 15 November 2026, sementara status tanggap darurat tingkat provinsi berlaku hingga 6 September 2026. Penanganan mencakup sejumlah wilayah, antara lain Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Ketapang, dan Landak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kubu Raya. Pemerintah pusat dan daerah memperkuat operasi darat, patroli udara, pemadaman, pendinginan, serta OMC untuk mencegah api kembali meluas.

Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa angka hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas sehingga setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi lapangan atau ground check.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita