BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Bulan September 2026 ini merupakan puncak musim kemarau di Kabupaten Bangkalan – Jatim. Hal itu disampaikan Kabid. Kedaruratan dan Logistik Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan – Jatim, Arif Rahman Surya Atmaja, akrab disapa Yayak, Selasa, (15/9/2026).
Lebih lanjut Yayak menjelaskan bahwa menurut ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untuk wilayah Jatim termasuk Bangkalan peralihan musim dari kemarau panjang ke musim penghujan diperkirakan akan terjadi pada bulan depan (Oktober 2026).
“Tanda – tanda pergantian musim dari kemarau ke penghujan diawali dengan tiupan angin kencang, awan sudah mulai berarak berkumpul di satu titik. Hujan rintik – rintik bersifat lokal dan sporadis sering terjadi disuatu lokasi, ” terang Yayak saat dihubungi lewat telepun swlulernya.
Terkait persiapan BPBD Bangkalan hadapi peralihan cuaca dari kemarau panjang ke musim penghujan ekstrim. Masih menurut Yayak, pihaknya tengah mempersiapkan berbagai skenario kejadian luar biasa dan menangani sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun – tahun sebelumnya. Contohnya seperti bantuan air bersih untuk didroping ke wilayah terdampak dan membuat dapur jika keadaan memaksa.
“Kami sudah memetakan desa – desa di kecamatan yang dilanda dampak banjir musiman sesuai data tahun 2025,” ujarnya.
Termasuk mendirikan posko darurat serta bekerjasama dan berkoordinasi dengan Camat maupun Kepala Desa. Untuk saling kontak dan melaporkan kondisi terkini di wilayah masing – masing. BPBD juga sudah mempersiapkan relawan yang selalu standby bertugas digarda depan dalam memberi pertolongan pertama kepada korban banjir.
Satu hal yang perlu diketahui, beberapa lokasi yang kerap menjadi langganan banjir seperti depan Markas Koramil Arosbaya dan sekitarnya. Saluran airnya beberapa bulan lalu sudah diperbaiki sehingga jika terjadi banjir yang sebelumnya sempat menggenangi halaman sekolah dan menerobos keruang kelas SMPN 1 Arosbaya dan SMKN 1 Arosbaya. Tidak perlu khawatir lagi karena air sudah diarahkan ke selokan yang sudah diperbaiki.
“Bersama instansi terkait, Kepala Desa, Camat, Muspika setempat. Kita saling berkoordinasi dan bahu membahu membantu masyarakat yang tengah ditimpa bencana banjir, ” pungkas Yayak. (sy).

