Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PEMALANG

Langkah Sigap Kepala Sekolah SMPN 4 Petarukan Pemalang, Perselisihan Siswa Berakhir Mediasi Damai

Langkah Sigap Kepala Sekolah SMPN 4 Petarukan Pemalang, Perselisihan Siswa Berakhir Mediasi Damai

PEMALANG,KANALINDONESIA.COM :
Dugaan bullying yang melibatkan siswa SMP Negeri 4 Petarukan, Kabupaten Pemalang, langsung direspons pihak sekolah dengan bergerak cepat mencegah konflik meluas, pihak sekolah mendampingi mediasi antara keluarga siswa yang terlibat hingga tercapai kesepakatan damai, pada Minggu (1/11).

Mediasi berlangsung di kediaman orang tua siswa yang diduga menjadi korban, Tuti Wiharti. Kepala SMPN 4 Petarukan, Hadi Harnoto, S.Pd., M.Pd., bersama guru Bimbingan dan Konseling (BK), Nurul, serta para orang tua siswa hadir untuk mencari penyelesaian terbaik.

Hadi Harnoto mengatakan, pihak sekolah langsung mengambil langkah mediasi setelah menerima informasi mengenai dugaan bullying tersebut. Menurutnya, penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan pembinaan dan perlindungan terhadap seluruh siswa.

“Kami berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah dan komunikasi yang baik. Sekolah akan terus melakukan pendampingan melalui guru BK dan wali kelas agar hubungan antar siswa tetap terjaga serta kejadian serupa tidak terulang,” ujar Hadi.

Langkah ini ditempuh untuk meredam potensi perselisihan lanjutan, memulihkan hubungan antarsiswa, sekaligus mencegah munculnya tindakan intimidasi maupun aksi balasan.
Hasil musyawarah dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak.

Para pihak berkomitmen menjaga hubungan baik, tidak melakukan provokasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik baru.
Kesepakatan tersebut juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka. Jika muncul persoalan di kemudian hari, penyelesaian akan diupayakan melalui guru BK, wali kelas, dan pihak sekolah.

Tak hanya berhenti pada mediasi, orang tua siswa menyatakan siap memperkuat pembinaan dan pengawasan anak di rumah. Pihak sekolah pun berkomitmen melanjutkan pendampingan melalui guru BK dan wali kelas agar perilaku serta hubungan sosial siswa tetap terpantau.

Pihak SMPN 4 Petarukan menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan peserta didik harus menjadi prioritas. Dugaan perundungan maupun kekerasan tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu keselamatan dan proses belajar siswa.
Sekolah juga menyatakan akan mengambil langkah sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.

Gerak cepat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencegah persoalan serupa terulang. Sinergi sekolah dan orang tua dinilai penting agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, serta bebas dari intimidasi dan kekerasan.
Perdamaian menjadi awal penyelesaian, tetapi pembinaan, pengawasan, dan perlindungan siswa harus tetap berjalan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita