PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Moreno Azka Evanjiro dan Nadia Shofi Fatikasari resmi menyandang gelar Kakang Senduk Ponorogo 2026. Keduanya berhasil meraih predikat tertinggi dalam malam puncak Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo yang digelar di Padepokan Reog Ponorogo, Sabtu (7/11/2026) malam.
Moreno merupakan siswa SMAN 2 Ponorogo dengan nomor peserta 13, sedangkan Nadia berasal dari Universitas Brawijaya dengan nomor peserta 16. Keduanya akan mengemban tugas sebagai representasi generasi muda dalam memperkenalkan potensi pariwisata, seni, dan budaya Kabupaten Ponorogo.
Selain juara utama, panitia juga menetapkan tiga pasangan wakil. Posisi Wakil 1 diraih Efeel One Afthona dari SMAN 1 Badegan (nomor peserta 07) dan Callysta Putri Evania dari SMKN 1 Ponorogo (nomor peserta 02).
Wakil 2 ditempati Mohammad Naufal Mujib (nomor peserta 11) dan Kaila Asyifa Anandha (nomor peserta 18). Keduanya merupakan siswa SMAN 1 Ponorogo.
Sementara itu, gelar Wakil 3 diraih Muhammad Rizal Khoirudin dari Universitas Negeri Surabaya (nomor peserta 05) dan Khaila Kiran Ramadhani dari SMAN 2 Ponorogo (nomor peserta 12).
Panitia juga memberikan penghargaan khusus dalam kategori favorit dan bertalenta. Gelar Kakang Favorit diraih Alzam Ibadurrahman dari SMAN 1 Ponorogo (nomor peserta 03), sedangkan Senduk Favorit diberikan kepada Olivia Tantayuning Kinarsanti dari SMAN 1 Pulung (nomor peserta 14).
Untuk kategori bertalenta, Fahrizal Alfian Bayu A dari SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (nomor peserta 01) terpilih sebagai Kakang Bertalenta. Adapun gelar Senduk Bertalenta diraih Mozza Rania Prabaningrum dari SMAN 1 Ponorogo (nomor peserta 06).
Malam penobatan tersebut menjadi akhir dari rangkaian seleksi yang diikuti 277 peserta. Sebanyak 10 pasang finalis terbaik berhasil melaju ke babak grand final setelah melewati sejumlah tahapan penilaian.
Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Oki Widyanarko, menjelaskan bahwa pemilihan dilakukan melalui proses seleksi berjenjang. Penilaian mencakup penampilan, kemampuan komunikasi, wawasan, kreativitas, serta pemahaman peserta terhadap potensi pariwisata dan kebudayaan daerah.
“Tujuannya meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan wawasan finalis dalam menjalankan peran sebagai duta wisata Ponorogo,” ungkap Oki.
Sebelum mengikuti malam penobatan, para finalis juga menjalani karantina dan mendapatkan berbagai pembekalan. Materinya meliputi personal branding, public speaking, pembuatan konten kreatif, kemampuan bahasa Inggris, serta pengetahuan kepariwisataan dan ke-Ponorogo-an.
Oki menyampaikan, enam pasang terbaik yang terpilih akan menjalankan tugas sebagai Duta Wisata dan Budaya Ponorogo selama dua tahun. Mereka juga berkesempatan mewakili Kabupaten Ponorogo dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Dari sepuluh pasang Kakang Senduk yang berlaga di malam puncak ini, nantinya akan terpilih enam pasang terbaik. Mereka yang dinobatkan kelak bertugas sebagai duta wisata dan budaya Ponorogo, sekaligus mewakili daerah dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan strategis di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, para duta wisata tidak hanya dituntut mampu membawa nama daerah dalam berbagai kegiatan seremonial. Mereka juga diharapkan menjadi komunikator publik yang aktif memperkenalkan potensi Ponorogo kepada masyarakat luas.
Promosi tersebut mencakup destinasi wisata alam, wisata religi, seni budaya, hingga produk ekonomi kreatif. Selain melalui kegiatan langsung, para duta wisata juga diharapkan memanfaatkan media digital dan platform media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

