SURABAYA KANAL INDONESIA. COM – Aneh !!! Meski pelabuhannya sudah ada dan sudah beroperasi, juga tidak ada urgensi pembangunan pelabuhan lagi namun pelabuhan Paciran Lamongan tiba tiba saja di gerojok anggaran fantastis, 50 Miliar rupiah !!!
Tidak hanya sampai disitu saja keanehan proyek ini, selain tidak jelas apa alasan tiba-tiba munculnya pengumuman proyek Pembangunan Pelabuhan Paciran Lamongan tersebut, kabar yang muncul menyebutkan, pelabuhan Paciran lamongan ini tidak pernah masuk pembahasan di Komisi DPRD Jatim. Seperti sulapan tiba tiba saja simsalabim muncul. Padahal saat pembahasan anggaran di akhir 2021 lalu, Dishub Jatim pada tahun anggaran 2022 hanya mengajukan rencana pembangunan Pelabuhan perintis di Kepulauan Masalembu Kabupaten Sumenep. Kok sekarang tiba tiba muncul anggaran untuk Pelabuhan Paciran. Ada permainan apakah, akankah ini jadi proyek “Banca’an” ?
Pelabuhan penyeberangan Paciran Lamongan yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2022 lagi ramai jadi perbincangan, karena tiba tiba kembali mendapat anggaran luar biasa besar. Hal tersebut terungkap pada pengumuman tender dengan nilai Rp 50.184.000.000,-.
“Setahu kami cuma (tahun 2022, red) ada rencana pembangunan pelabuhan di Masalembu, Kalau anggaran untuk Pelabuhan Paciran 50 miliar ini kami tidak pernah tahu,” ungkap sumber di internal DPRD Jatim, Kamis (12/5/2022).
Berdasarkan pengumuman di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Timur diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) kembali membuka tender Pembangunan Pelabuhan Paciran Kabupaten Lamongan dengan kode 48580015.
Kontan saja Kalangan DPRD Jatim menjadi heran dengan munculnya anggaran Rp 50 miliar untuk pembangunan Pelabuhan Paciran di tahun 2022.
“Padahal tahun 2021 lalu, Ibu Gubernur sudah pernah meninjau ke Paciran, dan sudah bangga dengan kondisi pelabuhan karena pendapatannya naik 400% disaat pandemi, tapi kenapa dibangun lagi,” ungkap sumber ini lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono memilih bungkam ketika ditanya soal urgensi pembangunan pelabuhan Paciran Lamongan ini. Dihubungi melalui whatsapp nya hanya dibaca tapi tidak dibalas.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Jatim, Khofidah membenarkan bahwa Dishub Jatim telah membuka kembali tender senilai puluhan miliar ini.
“Ya ada (proses tender pembangunan pelabuhan Paciran, red). Pembangunan ini dilakukan untuk menambah fasilitas agar kapal besar bisa bersandar,” jelas Khofidah saat dikonfirmasi.
Politisi PKB ini berharap setelah pembangunan selesai harapan baru layanan trasnportasi laut semakin tercukupi. Disamping itu, pengelolaan pelabuhan diminta untuk transparan.
“Meningkatnya perekonomian dan terutama proses pembangunannya mengutamakan kualitas,” harap Khofidah.
Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mengaku pihaknya bakal melakukan pengecekan proses tender pembangunan pelabuhan Paciran. “Nanti akan segera kita cek,” jawab politisi Partai Demokrat ini dengan singkat.
Kebijakan yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Jawa Timur ini menjadi menarik karena proyek pembangunan pelabuhan Paciran Kabupaten Lamongan terlalu dipaksakan ditengah pemulihan ekonomi di Jawa Timur pasca pendemi Covid-19.
Padahal, di tahun sebelumnya mega proyek ini sempat berhenti. Belum lagi sejumlah masalah yang muncul terkait persekongkolan tender pelabuhan ini di tahun 2018 senilai Rp 43.544.649.000. Dimana melalui sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berhasil memutuskan adanya persekongkolan yang melibatkan seluruh konsorsium perusahaan pemenang tender dengan Dinas Perhubungan Jatim pada Agustus 2021 kemarin.
