Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Eksbis

Penuhi Ketersediaan Bahan Rempah Kalbe Farma Kerjasama dengan Petani Jahe Merah

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: PT. Kalbe Fatma TKB memperkenalkan Negeri Jahe Merah yang dirancang oleh Business Unit Bintang Toejoe Inovasi (BINA) yang merupakan Divisi B2B Bintang Toejoe yang fokus pada bahan baku natural untuk mendukung keberlangsungan dan ketersediaan jahe merah terbaik.

“Dalam hal ini Kalbe Farma selalu mempertimbangkan keberlanjutan dalam menjalankan operasional perusahaan, terutama dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat dan semua pemangku kepentingan yang terkait demi mencapai tujuan inisiatif keberlanjutan Kalbe, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa,” kata Kepala Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho, saat meninjau ladang jahe merah di Pule, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (11/8/2022).

Hal senada juga diungkapkan, Lidya Wardaya, bahwa ekosistem jahe merah yang dibangun oleh anak usaha Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya perusahaan mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia,khususnya yang berbasis herbal. “Ekosistem jahe merah ini memiliki tujuh pilar proses, yakni pembibitan jahe merah, penanaman jahe merah, pasca panen, ekstraksi atau distilasi, farmakologi, komersialisasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Lidya Warjaya, Head of Commmersialization BINA PT Bintang Toedjoe.

Dia, menjelaskan, dalam proses pembibitan jahe merah, BINA bekerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional, PT Inagro dan Universitas Surabaya untuk menghasilkan benih jahe merah yang terstandarisasi. BINA juga terus mengembangan penelitian kultur jaringan jahe merah untuk menghasilkan benih yang konsisten secara genetis. “Untuk proses penanaman jahe merah, BINA bekerja sama dengan komunitas petani jahe merah, termasuk salah satunya di Boyolali, melakukan pendataan, edukasi, monitoring dan melakukan kontrol usia panen untuk mendapatkan rimpang jahe merah yang sesuai standar dan terdata (traceable dan recorded),” jelasnya.

Lidya Warjaya,
Head of Commmersialization BINA PT Bintang Toedjoe

Lebih lanjut, Lidya, menuturkan, jahe merah yang siap dipanen akan dikirimkan ke sentra panen termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah. Jahe merah ini kemudian disortir, dicuci, dipotong, dikeringkan dan dikemas sehingga siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Proses ektraksi jahe merah bekerjasama dengan mitra ekstraktor atau destilator yang berpengalaman dan terkualifikasi untuk menghasilkan ekstrak dan essential oil jahe merah yang terstandar.

“Ekstrak atau essential oil jahe merah yang dihasilkan harus dikontrol sehingga menghasilkan zat aktif gingerol dan zingiberene sesuai spesifikasi, yang nantinya akan diolah oleh perusahaan menjadi produk Redgine,” tuturnya.

Riset dan kajian Farmakologi, menjadikan bahan baku jahe merah Redgine memiliki landasan ilmiah yang kuat dari sisi uji efikasi, uji safety, uji toksisitas, dan uji sebagai immunomodulator. Dalam melakukan uji ini, BINA bekerja sama dengan BRIN, ITB, Ubaya, dan KyungHee University Korea, yang kemudian bahan baku jahe merah Redgine yang dihasilkan dipasarkan ke industri farmasi, jamu, makanan, kosmetik, suplemen, dan nutraceutical. Jenis sediaan yang berupa simplisia powder, extract powder, extract liquid dan oil, disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita