Oleh : Denny JA
Penulis adalah Konsultan Politik, Founder LSI-Denny JA, Penggagas Puisi Esai, Sastrawan, dan Penulis Buku.
Dunia sedang berubah. Puncaknya nanti di tahun 2050, 30 tahun dari sekarang.
Untuk pertama kalinya, pusat ekonomi dunia akan berpindah dari Barat ke Asia. Negara paling kuat secara ekonomi nantinya bukan lagi Amerika serikat. No 1 adalah Cina. No 2: India. Amerika serikat merosot ke no 3. Dan Indonesia melonjak menjadi negara no 4 dunia. (1)
Tiga dari empat negara paling kuat secara ekonomi, nantinya dari Asia: Cina, India, dan Indonesia.
Yang membuat prediksi ini adalah Pricewater House Cooper, di tahun 2017. Ini lembaga bisnis dengan reputasi internasional. Dan hasil prediksi pricewater ini sudah diperkuat pula lembaga ekonomi dunia lainnya, seperti World Bank dan IMF.
Ini adalah megatrend. Dalam 2000 tahun sejarah, berpindahnya pusat ekonomi dunia terjadi hanya beberapa kali saja.
Di abad awal masehi, Roma yang menjadi pusat ekonomi dunia. Di abad pertengahan, abad 13, Otoman Empire datang.
Datangnya era kolonialisme di abad ke 15, Spanyol yang memimpin. Ketika datang revolusi industri di abad 18, Inggris yang menonjol. Setelah perang dunia kedua, Amerika Serikat yang dominan.
Tapi Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat, ketiga-tiganya ada di dunia barat. Mereka menjadi pusat ekonomi dunia sejak 600 tahun lalu.
Kini, di abad 21, di era revolusi industri keempat, pusat ekonomi dunia berpindah, dari barat ke Asia. Dan Asia akan bertumpu para 3 negara utama: Cina, India dan Indonesia.
Sejarah juga menunjukkan. Pusat ekonomi juga akan berkembang menjadi pusat peradaban. Dari pusat ekonomi, menuju dominasi teknologi, kekuatan militer, dan ujungnya pusat peradaban.
Kita pun harus bersiap-siap dengan kebangkitan kultur Asia. Negara yang kuat tentu saja akan memilih memperkuat identitas kulturalnya sendiri, memperbaharui dan memberdayakan identitas kulturnya sendiri.
Ini bagus untuk dunia. Dominasi kultur barat selama ini akan diperkaya oleh kultur dari Asia.
Strategi budaya kita harus dihidupkan dalam kerangka megatrend itu. Bahwa Asia akan menjadi pusat ekonomi, lalu pusat peradaban dunia.
Budaya Minangkabau harus pula kita berdayakan masuk ke dalam kerangka mega trend itu.
Ini bukan hal mustahil mengingat Minangkabau kaya potensi.
Kita bisa merujuk kepada hasil riset media CNN. Ini media legendaris, televisi pertama dalam sejarah yang 24 jam isinya hanya berita saja.
Di tahun 2017, CNN meriset 50 makanan dunia paling populer. Audience yang diriset adalah audience berbagai belahan dunia (2)
Yang diriset berbagai makanan, mulai dari Sushi dan Ramen dari Jepang. Tom Yam dari Thailand, Pecking Duck dari Cina. Juga Hamburger dan Steak dari Amerika Serikat.
Hasilnya menyentak kita. No 1 yang populer adalah Rendang dari Indonesia. Lebih tepatnya, rendang dari Minangkabau.
Rendang terpilih mengalahkan makanan populer manca negara lain.
Saya baca sejarahnya, rendang ini sudah dikenal sejak abad ke 16, 500 tahun lalu. Para pedagang dan pelayar seringkali membawa rendang karena ini makanan yang awet.
Kita berdecak kagum dengan karya seni nenek moyang kita di Sumatra Barat. Bagi kita kuliner itu juga bentuk seni; seni di bidang makanan.
