SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Manajemen New Paradise Executive Club mengaku tidak mengetahui terkait karyawan yang terjaring razia gabungan pada Minggu (5/11/2023) dini hari. Pernyataan itu dilontarkan Jinggo, selaku Manajer Operasional kepada awak media, Selasa (7/11/2023).
Menurut Jinggo, sampai saat ini pihaknya belum dapat pemberitahuan dari pihak BNN Kota Surabaya terkait karyawan yang dinyatakan positif narkoba. “Saya belum tau, karena belum ada pemberitahuan dari pihak manapun,” kata Jinggo.
Namun sikap sinis ditunjukkan Jinggo saat dikonfirmasi mengenai kebenaran pemberitaan yang beredar. “Tanya saja yang nulis,” ujar Jinggo disertai emoji tangan dengan telunjuk menghadap ke berita yang ingin dikonfirmasi wartawan media online Partikelir.id.
Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan melakukan di dua tempat hiburan malam di Surabaya yakni Chug Cafe dan diskotik New Paradise Executive Club.
Saat razia gabungan itu, Petugas BNN Kota Surabaya melakukan tes urin kepada pegawai dan pengunjung di dua tempat hiburan malam tersebut.
Hasilnya, di New Paradise Executive Club temukan 7 orang yang terbukti positif narkoba, terdiri dari 4 orang pengunjung dan 3 Ladies Companion (LC).
“Dari 120 orang yang kami lakukan tes urine, ada tujuh orang yang positif metamfetamin dan amfetamin,” kata Humas Singgih Widi Pratomo dalam pers rilisnya, Minggu (5/11/2023).
Sementara itu, sambung Singgih, di Chug Cafe tidak ditemukan pengunjung maupun pegawainya yang positif. “Di Chug Cafe nihil (positif narkoba). Cuma ditemukan pengunjung yang dibawah umur,” imbuhnya.
Terpisah Kasat Pol PP Pemkot Surabaya, Fikser membenarkan temuan tersebut. Saat ini ketiga pengunjung di bawah umur dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.
“Jadi total kami amankan 12 orang. Sembilan tidak membawa KTP, tiga adalah pengunjung yang belum cukup umur. Saat ini masih dibawa ke kantor untuk pemeriksaan,” kata Fikser. **
Reporter: Ady_kanalindonesia.com
