Terjadi Ketimpangan Rasio, La Nyala Minta Pemerintah Menambah SDM Dokter

- Editor

Selasa, 21 September 2021 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendikbud Ristek untuk menambah SDM dokter serta memperbanyak fakultas kedokteran.

Menurut LaNyalla saat ini kondisi rasio dokter dengan masyarakat tidak ideal. Apalagi jumlah dokter saat ini semakin berkurang akibat banyak yang berguguran karena menjadi korban pandemi Covid-19.

“Kondisi saat ini sudah tak ideal. Untuk itu dalam satu dekade ke depan kita memerlukan banyak tenaga dokter. Karena itu sejak sekarang harus dialokasikan dengan memperbanyak fakultas kedokteran,” ujar LaNyalla, Selasa (21/9/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) rasio dokter umum dan penduduk idealnya 1:1000. Sedangkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 2020, rasio dokter umum di Indonesia 1:1400 penduduk, serta persebarannya tidak merata.

Baca Juga :  Khofifah : Terimakasih Bidan Telah Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Sementara itu Perhimpunan Dokter Spesialis Paru (PDPI) pada 2020 silam mengatakan dalam satu daerah, 1 dokter paru harus melayani 100 ribu penduduk. Padahal idealnya rasio dokter spesialis 2:100 ribu penduduk.

“Memang fakta dan kita saksikan hari ini kekurangan tenaga dokter di RS daerah-daerah sangat terasa. Ini tentunya berdampak pada dan minimnya akses dan pelayanan kesehatan. Untuk dokter spesialis, banyak RS yang harus menunggu dokter spesialis yang sedang bertugas di RS yang lain. Dokter spesialis bertugas di tiga RS dalam waktu sehari sudah sangat umum terjadi mengingat minimnya tenaga dokter tersebut,” sambungnya.

Ditambahkan LaNyalla, jika hari ini saja jumlah dokter umum dan dokter spesialis tak ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka dapat dibayangkan seandainya para dokter memasuki masa pensiun.

Baca Juga :  Kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Khofifah Berikan Semangat Bagi Jamaah Haji Indonesia Doakan Jamaah Haji Terus Sehat Sampai Tanah Air

“Kalau tidak dipersiapkan sejak sekarang kondisi ini akan lebih parah dan kita bisa memasuki masa defisit dokter dan
kolapsnya pelayanan kesehatan,” lengkapnya.

LaNyalla juga meminta pemerintah berkaca pada kasus lonjakan Covid-19 pada Juli lalu. Dimana dokter dan tenaga kesehatan kewalahan menghadapi pasien.

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan seiring perlunya pembaharuan dan peningkatan kualitas lulusan dokter sehingga lebih kompetitif harus diikuti dengan skema biaya studi yang bisa terjangkau.

“Harus dipikirkan adalah soal pendanaan bagi calon dokter. Karena bukan rahasia jika fakultas kedokteran selain susah masuk juga mahal biaya studinya. Perlu normalisasi biaya agar menumbuhkan minat calon mahasiswa masuk fakultas kedokteran. Juga agar dokter umum banyak yang kemudian mengambil spesialisasi,” tuturnya.(*)

Berita Terkait

Khofifah : Terimakasih Bidan Telah Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Khofifah Berikan Semangat Bagi Jamaah Haji Indonesia Doakan Jamaah Haji Terus Sehat Sampai Tanah Air
Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO
Mana yang Lebih Baik, Daging Sapi atau Daging Kambing
Perkuat Layanan Hukum Bidang Perdata, BPJS Kesehatan Teken MoU Dengan Kejari Surabaya
RSIA Pusura Tegalsari (Bunda Morula Surabaya) Sukses Raih Penilaian Paripurna oleh KARS
Antusias 714 Warga Ikuti Pelayanan Medis di Ponpes Walisongo, Pecangan, Jepara
Bangun kemitraan Lintas Profesi Bidang Neurorestorasi Neuroengineering, Perdosni Resmikan PKS antara Perdosni–ITB–Unhas dan Perdosni-Perdokla

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 10:40 WIB

Khofifah : Terimakasih Bidan Telah Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:27 WIB

Kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Khofifah Berikan Semangat Bagi Jamaah Haji Indonesia Doakan Jamaah Haji Terus Sehat Sampai Tanah Air

Sabtu, 15 Juni 2024 - 23:01 WIB

Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:37 WIB

Mana yang Lebih Baik, Daging Sapi atau Daging Kambing

Rabu, 12 Juni 2024 - 21:41 WIB

Perkuat Layanan Hukum Bidang Perdata, BPJS Kesehatan Teken MoU Dengan Kejari Surabaya

Rabu, 12 Juni 2024 - 20:17 WIB

RSIA Pusura Tegalsari (Bunda Morula Surabaya) Sukses Raih Penilaian Paripurna oleh KARS

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:57 WIB

Antusias 714 Warga Ikuti Pelayanan Medis di Ponpes Walisongo, Pecangan, Jepara

Sabtu, 1 Juni 2024 - 11:27 WIB

Bangun kemitraan Lintas Profesi Bidang Neurorestorasi Neuroengineering, Perdosni Resmikan PKS antara Perdosni–ITB–Unhas dan Perdosni-Perdokla

KANAL TERKINI