“Merespon dan menyikapi kebijakan pemerintah menyesuaikan harga BBM, kami Pemuda Tabagsel Deliserdang merasa terpanggil untuk membincangkannya, tidak hanya seperti sekedar perbincangan di kedai kopi, tapi kami Pemuda Tabagsel sediakan wadah untuk mendiskusikannya dalam Focus Group Discussion ini,” tegas Husnul Amri Harahap.
Sementara itu, mewakili Camat Batang Kuis, Sekretaris Camat Batang Kuis Junaidi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemerintah Kecamatan Batang Kuis merasa bangga dengan inisiatif dan gagasan PC Pemuda Tabagsel yang menyikapi kebijakan pemerintah menyesuaikan harga BBM dengan cara yang berbeda, yaitu melalui wadah FGD sebagai tempat berbagi informasi sembari berdiskusi sekaligus penyaluran aspirasi.
Sekcam Batang Kuis juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya kepada kalangan mahasiswa, pemuda dan pelajar agar dalam menyalurkan aspirasi tidak harus langsung turun ke jalan dan berbuat anarkis yang berdampak pelanggan hukum.
“Jangan langsung keluarkan arogansi, lalu turun ke jalan, berkoar-koar menunjukkan taring, akhirnya merasa tidak senang dengan pemerintah, anarkis dan memberikan dampak-dampak hukum yang dilanggar,” pesan Sekcam.
Selanjutnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Tabagsel Marwan Ashari Harahap, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Pemuda Tabagsel merupakan organisasi kemasyarakatan pemuda yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur kearifan lokal nenek moyang daerah asal Tapanuli Bagian Selatan, serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati.
“Meskipun kami organisasi kemasyarakatan pemuda, tapi mohon maaf, kami bukan preman, kami adalah pemuda yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur kearifan tradisional nenek moyang kami asal Tapanuli Bagian Selatan, dan bagi kami NKRI harga mati,” cetus Marwan.
