Memasuki materi kegiatan utama Focus Group Discussion (FGD), KH. Akhmad Khambali, SE MM sebelum memaparkan materinya yang berjudul “Pengalihan Subsidi BBM Agar Lebih Tepat Sasaran dan Bermanfaat Bagi Masyarakat”, menyampaikan rasa salut dan bangga dalam mengapresiasi kegiatan FGD yang dilaksanakan Pimpinan Cabang Pemuda Tabagsel.
“Berdasarkan pengamatan saya dan sepengetahuan saya selama ini, baru Pemuda Tabagsel lah yang pertama kali respon menyikapi kebijakan Pemerintah terkait penyesuaian harga BBM dengan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion ini”, tutur tokoh Santripreneur Regional Sumatera ini.
“Tapi bukan berarti kita anti dengan demo yang dilakukan oleh para aktivis maupun mahasiswa, karena demo juga kan dilindungi oleh Undang-Undang”, tambah Ketua Federasi RTMM Gartek DPP SARBUMUSI ini.
Dalam pemaparan materi diskusi, KH Akhmad Khambali menjelaskan bahwa subsidi BBM sudah berlangsung sejak lama dan sudah seperti candu bagi masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat susah melepaskan diri dari ketergantungan akan subsidi ini.
“Namun pemerintah perlu melakukan evaluasi terkait subsidi BBM sebagai upaya mengurangi beban fiskal negara. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi politik Universitas Indonesia Faisal Basri yang mengatakan bahwa, pemerintah perlu menghapus subsidi BBM secara bertahap. Walaupun nantinya akan ada beberapa dampak negatif dari berkurangnya subsidi BBM, hal tersebut dapat diatasi dengan pembuatan skema perlindungan sosial oleh Pemerintah yang akan digunakan sebagai acuan untuk menjaga daya beli masyarakat Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut KH Akhmad Khambali menyampaikan bahwa, situasi global saat ini akan terus memberikan tekanan ekonomi ke seluruh negara, dan dampaknya terutama akan sangat terasa di kalangan yang rentan secara ekonomi.
