Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

Sikapi Kebijakan Pemerintah Terkait Penyesuaian Harga BBM, Pemuda Tabagsel Deli Serdang Gelar FGD

“Kenaikan harga pangan dan kebutuhan dasar sehari-hari lainnya dengan mudah menjadikan masyarakat menengah bawah semakin turun ke level kemiskinan akut dan bahkan absolut. Atas pertimbangan itulah Pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi energi yang kurang efektif,” tambah Kyai Khambali.

Untuk itu, Kyai Khambali melanjutkan, negara harus hadir memberikan perlindungan efektif. Ini yang melatarbelakangi pengalihan subsidi, agar fokus pada kelompok yang lebih membutuhkan.

“Adapun penajaman perlindungan sosial antara lain berupa tambahan dana bantalan sosial Rp.24,17 trilyun yang dalam kalkulasi Pemerintah masih di atas beban yang akan muncul akibat penyesuaian harga BBM”, ujar KH Akhmad Khambali menutup materi diskusinya.

Narasumber ke dua Agus Saputra SE dalam pemaparannya menjabarkan ada 2 (dua) dampak yang terjadi yaitu dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positifnya, poin pertama Pemerintah tidak memerlukan anggaran yang sangat besar untuk menanggung subsidi BBM.

Poin ke dua bagi masyarakat miskin ini adalah sebuah dampak yang positif, dengan beralihnya dari subsidi BBM ke subsidi BLT atau semacamnya, karena konsumen terbesar dalam pemakaian subsidi BBM paling banyak adalah masyarakat yang dikategorikan kaya (menengah ke atas).

Sedangkan dampak negatifnya kenaikkan harga BBM ini akan berakibat inflasi, sehingga masyarakat merasa terbebani dengan naiknya biaya hidup.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita