KBRS Tuding Sekkota Biang Kinerja TAPD Kota Surabaya Tak Maksimal

- Editor

Jumat, 11 November 2022 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA KANAL INDONESIA.COM – Pemkot Surabaya dituding lebih menumpuk dan merealisasikan anggaran di akhir tahun oleh Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS). Hal ini tidak menunjukkan kinerja TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) yang diketuai Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya kurang berjalan baik.

Ketua KBRS Nasiruddin mengatakan, kondisi ini disebabkan oleh Sekkota Surabaya sebelumnya kurang bisa menerjemahkan kebijakan wali kotakota dengan benar.

Kinerja Sekkota ini juga disebut bertentangan dengan prinsip efektivitas dan efisiensi anggaran, karena ngebut justru di akhir anggaran. Karenanya KBRS menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, mengingat salah satu fungsi anggaran adalah untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tidak berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KBRS meminta kepada wali kota segera melakukan evaluasi, agar tidak terulang kembali tahun depan,” tutur Nasiruddin, Jum’at (11/11/2022).
Ditegaskan Nasiruddin, kedepan Sekkota Surabaya harus memiliki personality yang mampu dan sejalan dengan pemikiran wali kota. “Baik ditingkat kebijakan formal maupun aplikatif,” tegas dia.

KBRS berharap Pemkot Surabaya segera menggelar openbiding. Berkaitan dengan sosok penting Sekretaris Kota, KBRS memberi beberapa catatan untuk Wali Kota Surabaya. Pertama, Wali Kota Surabaya perlu melakukan evaluasi dan menilai kemampuan calon sekkota, mengingat nantinya sekkota sebagai panglima dari TAPD

Kedua, Wali Kota Surabaya perlu melakukan evaluasi atas keselarasan indikator kinerja antar dokumen perencanaan secara ketat yang tentu saja akan diketuai oleh Sekkota Baru nanti.

Ketiga, Wali Kota Surabaya perlu meningkatkan pemahaman personel OPD di bidang perencanaan dengan memberikan pelatihan dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran OPD. “Wali Kota Surabaya perlu melakukan evaluasi berkala terhadap realisasi anggaran. Guna terwujudnya realisasi anggaran yang maksimal secara efektif dan efesien,” kata dia.

Baca Juga :  Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Karena itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepala BPKAD dan Bappeda perlu melakukan evaluasi dan verifikasi dengan objektif dan rasional dalam menentukan target dan capaian. “Peningkatan Kapasitas personel OPD di bidang perencanaan dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran OPD sesuai denga prinsip-prinsip penganggaran,” tegasnya.

Sementara itu seperti tradisi tahun sebelumnya, tahun ini Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya kembali mengesahkan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran (TA) 2023, tepat pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November. “KBRS tentu saja menyambut baik disahkannya APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2023, KBRS juga memberikan apresiasi atas kinerja Pemkot Surabaya dibawah pimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, sekaligus kinerja DPRD Surabaya yang dipimpin oleh Adi Sutarwijo sebagai Ketua DPRD.  “Disahkannya APBD Kota Surabaya Tahun 2023 menjadi kado spesial bagi warga kota Surabaya di hari Pahlawan. Semangat dan komitmen Pemerintah Kota dan DRPD Kota Surabaya untuk mempercepat pengesahan APBD Kota Surabaya menjadi cerminan jiwa heroisme atau kepahlawanan,” kata dia.

Secara khusus KBRS menilai postur APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2023 cukup ideal. Dengan nilai Rp. 11.257.640.114.475,00 (Sebelas Triliyun Dua Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Milyar Enam Ratus Empat Puluh Juta Seratus Empat Belas Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah) APBD Surabaya menjadi yang tertinggi secara nasional untuk ukuran Kabupaten/Kota di Indonesia.
Pendapatan Daerah Kota Surabaya Tahun 2023 sebesar Rp. 10.497.682.211.199,00 naik dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2022 Pendapatan Daerah Kota Surabaya sebesar Rp. 9.533.435.129.951,00.
“Kenaikan ini menunjukkan optimisme pemkot untuk memaksimalkan sumber pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan Asli Daerah Yang Sah,” tandas dia.

Baca Juga :  Ikhtiar Ciptakan SDM Unggul, Bappenas RI Tingkatkan Peran Pendidikan Keagamaan Islam

KBRS menilai proyeksi PAD tahun 2023 ini tentu saja dapat tercapai jika didukung oleh kesadaran semua pihak, utamanya para wajib pajak agar tertib membayar pajak dan retribusi. “Pemkot sendiri harus intens melakukan pendataan dan pengawasan untuk menekan kebocoran pajak dan retribusi. Jika ada wajib pajak, khususnya dari kalangan pengusaha melakukan manipulasi pajak agar tidak segan-segan memberikan sanksi,” tegas Nasiruddin.

Selanjutnya, Belanja Daerah kota Surabaya Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 11.197.640.114.475,00 naik dibandingkan tahun 2022 dimana Belanja Daerah sebesar Rp. 10.395.185.797.113,00. Dari satu sisi kenaikan ini jelas menjadi kabar gembira, akan tetapi disisi lain KBRS mengingatkan agar kejadian tahun 2022 tidak terulang di tahun 2023 dimana sampai dengan tanggal 8 November 2022 realisasinya masih mencapai 57,23 persen, atau setara Rp. 5.948,68 M dari total belanja daerah sebesar Rp. 10.395,19 M, atau terjadi kurang maksimalnya penggunaan nggaran APBD 2022, dan berkemungkinan terjadinya SILPA yg cukup besar. Hal tersebut juga memposisikan capaian realisasi belanja pemerintah kota Surabaya di bawah realisasi nasional.
Terakhir KBRS berharap APBD Tahun 2023 menjadi instrumen Pemerintah Kota Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada warga Surabaya. “Nilai APBD 2023 yang sangat besar harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejehateraan warga Surabaya, mengingat angka kemiskinan di Surabaya menurut data BPS mengalami kenaikan, sedangkan masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) jumlahnya masih cukup besar,” pungkas Nasiruddin nang

Berita Terkait

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi
Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit
Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama
Peternak di Ponorogo Ini Tak Menyangka Dua Sapinya Dibeli Presiden Indonesia untuk Qurban
Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research
Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita
Tes Parameter Jadi Acuan Kesiapan Atlet Jelang Porkab dan BK Porpov
Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:55 WIB

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:48 WIB

Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit

Minggu, 16 Juni 2024 - 05:26 WIB

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:01 WIB

Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:00 WIB

Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:34 WIB

Tes Parameter Jadi Acuan Kesiapan Atlet Jelang Porkab dan BK Porpov

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:20 WIB

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:45 WIB

Ikhtiar Ciptakan SDM Unggul, Bappenas RI Tingkatkan Peran Pendidikan Keagamaan Islam

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Minggu, 16 Jun 2024 - 05:26 WIB

KANAL HEALTH

Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Sabtu, 15 Jun 2024 - 23:01 WIB