Kyai Jombang dan Perangkat Resolusi Jihad
Secara garis besar, perjuangan bangsa lepas dari masa kolonialisme dan masa mempertahankan kemerdekaan tidak dapat dipisahkan dari sumber daya manusianya yang bergerak di lapangan secara terorganisir dan terstruktur.
Begitu pula yang terjadi di masa saat para pejuang jatuh tertembak dan gugur di masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang belum genap 100 hari. Dr Muhammad Anang Firdaus penulis dan dosen di Universitas Hasyim Asy’ari mengatakan peran 3 kyai di Jombang dalam sejarah Indonesia patut untuk dipejari.
“Bulan November banyak kejadian yang menentukan nasib Indonesia. Kilas perjuangan yang menentukan itu ada 3 sosok kyai yang mempunyai peran sentral dibalik semua itu yakni resolusi jihad,” katanya.
Setidaknya untuk mengetahui apa peran 3 kyai tersebut yang akan dilanjutkan perjuangannya di era sekarang sejatinya berawal dari 15 Agustus 1945 dimana saat itu, Jepang menyerah kepada sekutu, ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom Setelah di bom oleh Amerika dan sekutunya, Jepang pun akhirnya menyerah.
“Mulai tanggal 16 Agustus ada kekosongan jabatan dimana Jepang yang kala itu menjajah Indonesia dipaksa menyerah setelah di bom habis oleh sekutu. Saat itulah para tokoh mulai menyiapkan persiapan guna mempromosikan kemerdekaan dan pada tanggal 17 Agustus 1945, setelahnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya,” lanjutnya.
